0

Meditasi untuk Mempertajam Kesadaran (Awareness)

Hai! Wah rasanya sudah lama sekali saya tidak memposting apa pun di blog ini ya hehehe. Memang sudah sekitar satu tahun ini saya vakum dari dunia blogger karena satu dan lain hal. Bukan berarti tidak ada sesuatu yang ingin dibagikan selama setahun kemarin…justru sebenarnya banyak yang ingin saya sharingkan, namun saya mulai menyadari juga beberapa hal yang membuat saya lebih selektif dan akhirnya memutuskan untuk vakum dulu dari menulis blog.

Tahun 2016 hingga saat ini adalah saat-saat penuh berkat, perjuangan, tantangan, dan penuh kasih dalam hidup saya, sama seperti tahun-tahun yang telah saya alami selama ini. Bukankah pada dasarnya kehidupan pun seperti itu, selalu berubah dari saat ke saat. Namun tentu saja setiap waktu memiliki kenangan tersendiri. Pun di tahun 2016 hingga saat ini saya banyak belajar dan disadarkan akan hal-hal yang masih harus saya perhatikan, saya koreksi dan saya terima sebagai bagian dari kehidupan saya. Seorang kudus dari gereja Katolik, Santa Theresia Avilla berkata, “Terkadang jiwa diizinkan untuk jatuh supaya ia menjadi lebih rendah hati.” Kutipan ini saya rasakan sungguh pas dengan banyak hal yang saya alami dalam kehidupan saya beberapa waktu terakhir. Semua tantangan, cobaan, juga kelemahan dalam diri saya yang ada dan selama ini saya tutup-tutupi ternyata akhirnya terkuak juga. Meski saya seringkali sedih dengan keadaan diri saya yang ternyata lemah—seperti semua orang yang juga punya kelemahan—tetapi di sisi lain hal ini membawa sebuah pembebasan untuk hati saya: saya pun tidak sempurna. Karena saya lemah, maka saya butuh Tuhan yang akan menguatkan saya. Setiap kelemahan, ketidaksempurnaan, kelalaian, dan ketidakmampuan saya mengendalikan diri dan melakukan hal yang baik dan benar dalam beberapa kesempatan membuat saya semakin rendah hati, dan untuk itu saya harus meminta maaf sedalam-dalamnya untuk siapa pun yang baik secara sadar maupun tidak, telah terlukai akibat ketidaksempurnaan saya.

Nah kembali ke topik..apa hubungannya uraian di atas dengan judul tulisan saya kali ini?

Hari Jumat yang lalu tanggal 28 April hingga hari Senin, 1 Mei 2017 saya mengikuti retret meditasi di Wisma retret Dharmaningsih, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Retret meditasi lintas agama yang dipimpin oleh Rm. Sudrijanta, SJ ini adalah retret meditasi pertama yang saya ikuti. Sebelumnya, saya lebih sering mengikuti retret di Tumpang yang bernuansa karmelit.

Pengalaman pertama mengikuti retret ini sangat menarik, membuat saya menyadari banyak hal. Dari sisi akomodasi bagi saya tidak ada masalah. Tempat retret sangat nyaman, masakannya juga enak. Satu kamar diisi oleh satu orang untuk mendukung proses retret yang berjalan silensium (tanpa bicara) selama empat hari dan tiga malam ini. Continue reading