0

Bersabarlah…

Tulisan ini dikutip dari renungan hari kedelapan dari buku Ketenteraman Sejati (30 Hari Bersama Mahaguru Spiritual: Thomas a Kempis)

IMG_20160904_151148

Bila kita tidak bisa memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada diri kita sendiri atau pada orang lain, kita wajib bersabar, sampai Tuhan memutuskan lain.

Hendaklah kita ingat bahwa barangkali lebih baik demikian, untuk mencoba dan melatih kesabaran kita.

Sebab, tanpa pencobaan-pencobaan serupa itu, jasa-jasa kita tidak seberapa artinya. Marilah kita berusaha supaya kita tetap sabar dalam menghadapi kekurangan dan kelemahan orang lain sebab orang-orang lain juga ikut menderita karena kekurangan-kekurangan kita yang banyak junlahnya.

Apabila kita tidak mampu mengubah diri kita sesuai dengan kehendak kita sendiri, bagaimana kita dapat menginginkan supaya orang lain berubah sifatnya seperti yang kita kehendaki?

Kita menginginkan supaya orang-orang lain sempurna, tetapi kita sendiri tidak bersedia membuang kekurangan-kekurangan kita.

Kita mengharapkan supaya orang lain ditegur dengan keras, tetapi kita sendiri tidak mau ditegur. Continue reading

Advertisements
0

MEDITASI: METODE MELEPASKAN UNTUK MENCAPAI KEDAMAIAN

Jpeg

 

  1. Judul buku                : Bukan Siapa Siapa
  2. Penulis                     : Ajahn Brahm
  3. Penerjemah              : Tasfan Santacitta
  4. Nama penerbit          : Awareness Publication
  5. Cetakan/tahun terbit  : I / Februari 2013
  6. Jumlah halaman        : 220 halaman
  7. Dimensi                    : 140 mm x 210 mm

Apakah Anda pernah merasa lelah dengan semua kekecewaan, penderitaan, hingar bingar dan kesenangan duniawi yang ada di sekitar Anda? Semakin berkembangnya zaman membuat dunia seolah bergerak semakin cepat. Hal ini menyebabkan pikiran dan jiwa kita pun seolah harus mengikuti pergerakan zaman yang semakin cepat itu. Kondisi seperti ini seringkali membuat kita kehilangan kesadaran terhadap kehidupan itu sendiri dan bahkan hilangnya kesadaran terhadap diri sendiri. Kita terlalu larut dalam hiruk pikuk dan kesibukan dunia sehingga rasanya begitu sulit menghadapi saat hening sejenak saja. Berdiam diri sejenak saja menimbulkan perasaan aneh dan tak nyaman yang membuat kita selalu  haus akan kegiatan, haus akan kesibukan, dan haus akan orang atau benda yang dapat membuat diri kita menghindari saat-saat hening dan sepi.

Kesadaran bahwa hidup seharusnya tidak perlu bergerak begitu cepat mengikuti arus dunia dan bahwa hakikat kita sebagai manusia dan makhluk ciptaan Ilahi justru dapat disadari dalam keheningan menjadi kerinduan yang perlu kita tumbuhkan kembali dari tidur. Ajahn Brahm dalam buku Bukan Siapa Siapa mengajak pembaca untuk lebih mengenal dan menghayati momen meditasi. Meditasi dipandang sebagai satu-satunya jalan keheningan untuk membawa manusia menemukan pencerahan. Meditasi akan membantu seseorang untuk lebih mampu menghadapi kehidupan yang seringkali semakin semrawut. Meditasi menjadi latihan yang sangat baik untuk membantu orang melepaskan apa saja yang melekati hati dan pikirannya. Meditasi adalah satu-satunya jalan untuk menemukan kesatuan alami manusia dengan alam semesta. Continue reading

0

MENJADI DIBERKATI SECARA RADIKAL

Jpeg

 

  1. Judul buku                : How to Be a Blessing Magnet
  2. Penulis                     : Bo Sanchez
  3. Penerjemah              : Sianita Widjaya
  4. Nama penerbit          : Fiat Lux Publishing
  5. Cetakan/tahun terbit  : I / Juli 2015
  6. Jumlah halaman        : 153 halaman
  7. Dimensi                    : 128 mm x 176 mm

“Tidak ada kekurangan berkat di alam semesta Tuhan”. Mengingat kalimat ini jauh lebih mudah daripada mempercayainya. Meskipun sebenarnya kita telah menerima berkat Tuhan setiap hari dan kesaksian dari orang-orang di sekitar kita pun kerap kali mengingatkan bahwa berkat Tuhan itu berlimpah, hati kecil kita seringkali skeptis dan sulit untuk mempercayainya, terlebih ketika persoalan hidup begitu berat mendera.

Bo Sanchez, pewarta awam dan pengusaha dari Filipina, mencoba memberikan penjelasan dan pemahaman yang baru bahwa berkat yang disediakan Tuhan bagi kita benar-benar melimpah dan kita bahkan bisa menarik berkat-berkat itu untuk datang kepada kita. Bahkan bukan hanya diri kita, kita juga bisa menarik berkat-berkat itu untuk orang lain!

Dengan pemaparan yang menarik diselingi humor-humor ringan khas Bo Sanchez, buku How to Be a Blessing Magnet mengajak setiap pembacanya untuk menyadari bahwa berkat itu tersedia dan kita bisa menerima semua berkat itu. Halangan untuk menerima berkat tidak berasal dari Tuhan. Tuhan telah menyediakannya—berkat-berkat itu—secara berlimpah. Hanya bagaimanakah sikap kita dalam menanggapi ketersediaan berkat yang melimpah itu? Bo Sanchez tidak mengajak pembacanya untuk mengikuti teologi kemakmuran—bahwa dengan percaya dan mengikuti Tuhan, hidup kita pasti sejahtera—tetapi ia memaparkan hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menerima berkat-berkat itu, serta hal-hal yang menghalangi kita untuk menerimanya.

Di dalam delapan langkah praktis yang dijelaskan dengan singkat, padat, dan mengena, pembaca diajak untuk mengubah pemikiran lama yang acuh tak acuh terhadap berkat. Bersyukur atas berkat di masa lalu dan masa depan, mencari luka untuk menemukan keinginan kita, menciptakan mukjizat kita, percaya bahwa semua hal akan baik adanya, melihat kegagalan bukan sebagai penolakan melainkan sebagai arah yang baru, tetap melangkah maju, dan mengharapkan masa depan yang indah menjadi delapan langkah praktis yang ditawarkan Bo Sanchez untuk mengubah diri kita menjadi magnet-magnet berkat. Memang butuh usaha dan melakukan apa yang dituliskan Bo tidak semudah menyelesaikan membaca buku ini. namun, Bo Sanchez telah membagikan pengalamannya untuk membuat orang-orang terberkati secara radikal. Continue reading

0

MENYADARI PENGHARGAAN DIRI UNTUK MENCEGAH PENINDASAN

1156872_L

  1. Judul buku                : Stand Strong
  2. Penulis                     : Nick Vujicic
  3. Penerjemah              : Agnes Cynthia
  4. Nama penerbit          : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
  5. Cetakan/tahun terbit  : I / 2014
  6. Jumlah halaman        : 248 halaman
  7. Dimensi                    : 135 mm x 240 mm

Maraknya penindasan yang dialami baik oleh anak-anak maupun orang dewasa merupakan sebuah keprihatinan hingga masa kini. Begitu banyak korban penindasan yang mengalami penurunan penghargaan terhadap diri sendiri, depresi, cacat fisik, bahkan meninggal dunia. Sebuah ironi ketika sekolah yang seharusnya menjadi tempat bersosialisasi dan lembaga pendidikan justru seringkali menjadi tempat di mana penindasan sangat sering terjadi. Anak-anak yang ‘berbeda’ seringkali menjadi sasaran utama dari penindasan tersebut. Nick Vujicic memahami benar perasaan para korban penindasan karena ia telah mengalaminya sendiri sejak kecil. Dengan kondisinya yang sangat berbeda dan tampak ‘tidak berdaya’, Nick kerap menjadi korban penindasan orang-orang di sekitarnya baik secara verbal maupun secara fisik.

Keprihatinan akan efek jangka panjang dari penindasan menjadi motivasi Nick Vujicic untuk menuliskan buku Stand Strong. Buku ini tidak hanya berisi tips untuk para korban penindasan, tetapi juga menjadi sebuah pengingat bagi para penindas. Siapa pun dapat berperan menjadi penindas maupun korban penindasan. Tidak jarang korban penindasan justru dapat tumbuh menjadi seorang penindas ketika ia dewasa. Untuk memerangi pengaruh negatif penindasan, melalui buku Stand Strong ini Nick mencoba memaparkan beberapa cara untuk menghadapi penindasan: mulai dari mengenali diri sendiri dan menciptakan definisi pribadi sehingga apa pun yang dikatakan atau dilakukan penindas tidak akan bisa mempengaruhi nilai diri kita, menciptakan zona aman dan membangun kekuatan dari keluarga serta teman-teman yang benar-benar memahami kita, meningkatkan keyakinan bahwa Tuhan mencintai kita, menemukan hal-hal positif dari penindasan yang bisa kita jadikan batu pijakan untuk melangkah lebih sukses, serta menawarkan uluran tangan bagi mereka yang sedang mengalami penindasan. Continue reading

0

MENGARAHKAN HUBUNGAN PADA SANG SUMBER CINTA SEJATI

IKissedDatingGoodbye

  1. Judul buku              : I Kissed Dating Goodbye
  2. Penulis                   : Joshua Harris
  3. Penerjemah             : Claudia Kristanti
  4. Nama penerbit         : Immanuel
  5. Cetakan/tahun terbit : VIII / 2014
  6. Jumlah halaman       : 222 halaman
  7. Dimensi                   : 155 mm x 225 mm

Drama percintaan romantis yang sering ditampilkan di layar kaca telah membius jutaan remaja di seluruh dunia. Kisah cinta yang dipenuhi adegan-adegan romantis, kata-kata puitis dan pemain film yang menarik telah menciptakan bayangan tersendiri mengenai hubungan cinta antara dua orang insan. Bayangan akan adegan-adegan romantis seringkali justru menjebak anak-anak muda dalam menjalani hubungan pacaran yang seharusnya tidak sekedar berfokus pada romantika belaka.

Joshua Harris melalui bukunya yang cukup kontroversial, I Kissed Dating Goodbye, mengajak para pembaca untuk melihat kembali kesejatian dari pacaran dan hubungan cinta antara pria dan wanita. Apakah fokus dari hubungan itu cukup pada kencan, menghabiskan waktu berdua, saling menggoda dan memuji penampilan satu sama lain? Ataukah ada hal lain yang lebih penting, sesuatu yang seharusnya menjadi inti dari sebuah hubungan cinta yang justru seringkali dilupakan banyak orang?

Judul buku yang menarik, sesuai dengan isinya, membuat saya pun tergerak untuk membaca buku ini. Penjelasan yang logis dan Alkitabiah membuat saya merasa ‘ditegur’ pada beberapa bagian dalam buku ini. Joshua Harris mengajak kita untuk mengarahkan fokus hubungan itu kepada Tuhan, Sang Sumber Cinta yang sejati. Daripada memikirkan apa yang akan membuat pasangan Anda kagum dan semakin mencintai Anda, cobalah untuk mengarahkan pikiran kepada apa yang akan membuat Tuhan semakin mencintai Anda dan pasangan Anda, semakin memberkati hubungan Anda berdua. Continue reading

0

MEMULAI HIDUP YANG BERKUALITAS DENGAN BERTINDAK POSITIF

Lupakan_Berpikir_550a83682bc08

  1. Judul buku              : Lupakan Berpikir Positif Saatnya Bertindak Positif (Rip It Up)
  2. Penulis                   : Richard Wiseman
  3. Penerjemah             : Viffah Yuniastuti
  4. Nama penerbit         : Penerbit Gemilang
  5. Cetakan/tahun terbit : I / 2015
  6. Jumlah halaman       : 404 halaman
  7. Dimensi                  : 130 mm x 200 mm

Sudah banyak buku motivasi dan pengembangan diri yang menyarankan setiap orang untuk mengubah cara berpikir mereka. Berpikir positif menjadi tema dari berbagai macam buku yang diterbitkan di seluruh dunia. Saat terikut dalam arus gelombang yang sangat mendukung teori berpikir positif, buku karangan Richard Wiseman, Lupakan Berpikir Positif Saatnya Bertindak Positif (terjemahan dari Rip It Up) justru mengajak pembacanya untuk lebih berfokus pada bertindak positif ketimbang sekedar berpikir positif.

Mendasarkan intisari bukunya dari pemikiran William James, seorang filsuf yang memulai teori tentang bertindak positif, Richard Wiseman dengan cerdas mengungkapkan berbagai fakta yang mendukung teori tentang manfaat luar biasa dari bertindak positif. Buku ini mengajak pembaca untuk menyadari kekuatan dari bertindak positif: Bertindak positif dapat mengubah emosi yang muncul dalam diri kita, memunculkan cinta, mengatasi kecemasan, memotivasi, mengubah pemikiran orang lain, mengubah kepribadian kita, bahkan memperlambat efek penuaan. Seluruh manfaat dari bertindak positif ini dibahas dengan jelas dan cukup rinci dalam buku terjemahan dari Rip It Up ini.

Seperti biasa, Richard Wiseman memberikan pembahasan yang cukup detail, faktual, dan serius tetapi tetap bisa dinikmati karena pemaparannya yang ringan dan santai. Lupakan Berpikir Positif Saatnya Bertindak Positif bisa menjadi pilihan untuk setiap orang yang mencari buku motivasi dan pengembangan diri dengan ide yang baru dan benar-benar mengubahkan. Mencoba mengikuti saran dan petunjuk yang ada di buku ini akan membawa Anda melihat perubahan yang nyata dan tidak main-main. Jadi, lupakan untuk sekedar berpikir positif. Sekarang adalah saatnya Anda mulai bertindak positif!

0

Berani Bertindak Ketika Perubahan Datang

58-8484.LPmr2

  1. Judul buku                 : Our Iceberg is Melting
  2. Penulis                      : John Kotter dan Holger Rathgeber
  3. Penerjemah                 : Maria Rini
  4. Nama penerbit             : PT Elex Media Komputindo
  5. Cetakan/tahun terbit     : I / 2007
  6. Jumlah halaman          : 165 halaman
  7. Dimensi                     : 145 mm x 215 mm

Gunung es kita akan mencair! Ketika sebuah koloni penguin mendengar kabar ini, awalnya mereka tidak menganggapinya dengan serius. Namun, ketika tanda-tanda mulai tampak meyakinkan, mereka menjadi panik, meski ada juga penguin yang tidak menghiraukan tanda-tanda itu. Fred, si penguin pertama yang melihat tanda-tanda itu menjadi tokoh sentral yang mengawali perubahan besar dalam koloni penguin di tempat tinggalnya. Bersama Alice, salah satu anggota dewan yang adil, obyektif, dan tangkas, serta Louis sang pimpinan koloni dan Profesor penguin, Fred berjuang untuk meyakinkan koloninya bahwa tanda-tanda bencana yang akan terjadi bukanlah akhir segalanya. Selalu ada jalan yang bisa ditempuh dan diusahakan untuk menemukan tempat tinggal yang baru. Pertanyaannya, maukah koloni itu meninggalkan tempat tinggal mereka yang nyaman dan telah bertahun-tahun mereka tempati tanpa ada masalah? Akankah mereka lebih mendengarkan NoNo, si penguin peramal cuaca yang apatis dan selalu berusaha meyakinkan koloni bahwa semuanya akan baik-baik saja meskipun tanda-tanda yang tampak adalah kebalikannya? Continue reading