Benih yang Tak Kunjung Tumbuh

Jpeg

Beberapa bulan yang lalu, seorang teman lama mengirimi saya sebuah paket. Salah satu isi paket itu adalah benih bunga. Saya awalnya tidak tahu benih bunga apa yang dikirimkan oleh teman saya itu. Pada kemasannya tertulis “carnation” dan setelah saya cari di internet, barulah saya tahu bahwa itu adalah benih bunga anyelir. Saya bukan orang yang suka berkebun. Selama ini tanaman yang pernah saya tanam seingat saya hanya kacang hijau untuk percobaan praktikum hahaha. Benih bunga itu saya anggurkan sangat lama, tidak juga saya keluarkan dari kemasannya. Karena pada kemasan benih itu tidak tertulis bagaimana cara menanam bunga itu, saya jadi semakin malas menanamnya. Apalagi waktu itu banyak hal yang bisa saya lakukan selain menanam bunga bersama dengan teman-teman saya. Benih itu pun menganggur, diam di dalam kemasannya.

Bulan demi bulan berlalu. Akhirnya muncul keinginan dalam diri saya untuk mencoba menanam benih itu. Saya pun mencari di internet cara menanam bunga anyelir. Berbekal informai dari internet itu, saya pun mencoba untuk menanamnya. Dari informasi yang saya dapat, biji anyelir bisa ditanam di tempat yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung pada awal pertumbuhannya. Selain itu, menanam benih anyelir juga tidak boleh terlalu dalam. Cukup dengan kedalaman media sekitar 6 milimeter. Saya pun mencoba mengikuti petunjuk itu dan menanam beberapa butir benih bunga itu di tanah di depan rumah saya. Saya menyiraminya setiap hari, tetapi tidak tampak ada pertumbuhan. Beberapa hari berlalu dan bahkan tunas kecil pun tidak tampak! Saya pun mengubah strategi. Saya ingat seorang teman saya pernah berkata, ada beberapa benih yang harus direndam dulu di air baru kemudian ditanam. Saya pun mencoba merendam beberapa butir benih anyelir itu di dalam air yang saya letakkan di dalam toples. Saya menunggu beberapa hari, namun hasilnya nihil! Lagi-lagi tidak ada perubahan apapun. Akhirnya, saya teringat percobaan praktikum saya dulu sewaktu saya menanam kacang hijau. Waktu itu saya menggunakan media kapas. Saya pun mencoba meletakkan benih itu di atas kapas basah yang saya letakkan di dalam toples kaca.

Saya menunggu selama dua hari dan seperti kedua cara saya sebelumnya, cara ini pun sepertinya tidak membuahkan hasil. Akhirnya perlahan saya mulai melupakan benih yang saya tanam itu. Saya beraktivitas seperti biasa bahkan selama beberapa hari saya sempat pergi ke luar kota meninggalkan benih itu tergeletak di atas kapas basah yang terendam air. Baru beberapa hari yang lalu (mungkin hampir seminggu sejak saya menanam benih itu), ketika saya kembali dari sebuah perjalanan, tanpa sengaja saya melihat toples kaca itu terletak di sisi rak dekat ruang tamu. Saya baru teringat bahwa saya telah membiarkan toples itu selama berhari-hari. Karena saya khawatir toples itu malah akan menjadi sarang kuman atau nyamuk, saya hendak membuang isinya dan mencuci toples itu. Namun, sebuah keajaiban terjadi ketika saya melihat isi toples itu. Samar-samar tampak segaris warna hijau di atas kapas itu. Tipis sekali, hampir seperti benang. Saya awalnya tidak terlalu berharap. Mungkin saja itu lumut, jamur, atau sesuatu yang tidak sengaja masuk ke dalam toples itu. Akan tetapi, hati saya ingin memberi kesempatan pada secercah harapan yang tipis itu. Saya pun mengisi kembali air yang sudah kering ke dalam toples itu dan membiarkannya selama beberapa hari.

Hari Jumat yang lalu ketika saya kembali dari ibadah Jumat Legi di Pohsarang, Kediri, saya sangat terkagum-kagum dengan apa yang terjadi. Benih itu ternyata benar-benar tumbuh! Guratan hijau yang samar-samar saya lihat waktu itu ternyata memang hasil pertumbuhan dari benih bunga itu! Saya sangat takjub dan bahagia. Saya sama sekali tidak mengira benih itu ternyata bisa tumbuh setelah sekian lama diam di dalam toples kaca. Yang lebih menggembirakan lagi, ternyata ada beberapa benih lain yang juga menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan! Memang dari sekian banyak benih yang saya tanam, hanya sekitar 3~5 butir benih yang menunjukkan pertumbuhan sampai saat ini, tetapi saya tidak menyerah. Saya terus mengisi air ke dalam toples itu, berharap benih yang lain pun akan tumbuh suatu hari kelak.

Pengalaman menanam benih bunga yang tidak mudah ini mengajarkan sesuatu kepada saya. Dalam perjuangan mencapai impian kita, terkadang kita harus mau mencoba berbagai macam cara. Satu cara yang berhasil untuk orang lain belum tentu berhasil buat saya, demikian pula sebaliknya. Selain itu, saya juga belajar untuk percaya dan memberi kesempatan pada harapan sekecil apa pun. Ketika kita sungguh percaya dan membiarkan harapan itu tumbuh, niscaya ia akan menemukan jalannya untuk terwujud. Kita harus sabar dan membiarkan semuanya berjalan menurut waktuNya. Mungkin tidak segera semua keinginan kita akan terwujud. Satu per satu, seperti halnya benih yang tumbuh tak bersamaan sekalipun ditanam bersama-sama, setiap kebutuhan dan cita-cita kita pasti akan mendapatkan jawaban pada waktunya. Kepercayaan pada Tuhan dan harapan yang tidak pernah padam niscaya akan membawa kita semakin dekat dengan apa yang kita cita-citakan. Jadi, janganlah takut mencoba dan percaya pada harapan! Terima kasih, Tuhan, atas setiap harapan dan kerinduan yang Engkau tanamkan dalam diri kami. Tuhan memberkati kita semua. Amin 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s