Youth Spiritual Fellowship 2015 ~ Extreme Make Over!

Pada tanggal 15~17 Agustus 2015 kemarin, saya mengikuti acara YSF (Youth Spiritual Fellowship) di Bukit Doa Imanuel, Prigen, yang diadakan oleh komunitas Katolik HSM (Heman Salvation Ministry) dari Surabaya. Setelah saya mengikuti acara ini, saya benar-benar merasakan bahwa Tuhan sungguh-sungguh baik dan telah membuat rancangan yang luar biasa indah buat hidup saya.

Sebelumnya, saya tidak tahu apa itu YSF. Saya hanya diajak seorang teman dari Tuban yang mengatakan bahwa ada retret muda-mudi yang akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Agustus. Ketika diajak, saya hanya mengiyakan tanpa bertanya lebih lanjut tentang retret itu. Selang beberapa minggu, seorang teman lain juga mengajak saya mengikuti YSF. Waktu itu saya pun masih belum sadar bahwa retret itu sama dengan yang diajak teman saya sebelumnya (lihat bagaimana Tuhan sudah dua kali mengajak saya ikut acara ini!). Saya sempat ingin membatalkan niat untuk mengikuti YSF karena teman saya belum pasti jadi ikut, tetapi entah kenapa ada dorongan yang begitu kuat agar saya mengikuti YSF (syukurlah saya ikut ^v^/). Saya pun mendaftar dan setelah itu saya katakan pada diri saya sendiri: That’s it, no way back. Karena sudah daftar, saya harus ikut retret ini apa pun yang terjadi. Walaupun teman saya tidak jadi ikut, saya tetap datang mengikuti YSF. Sebuah keputusan yang tidak pernah saya sesali; justru sangat saya syukuri, dan saya yakin ada campur tangan Tuhan dalam keputusan itu.

Saya datang ke YSF dengan membawa hati yang dirundung kesedihan dan kepahitan. Saya sadar tidak baik menyimpan kemarahan dan kepahitan, tetapi apa daya emosi itu begitu kuat dan sesekali mencuri kebahagiaan dan kedamaian pikiran saya. Saya sungguh merasa saya butuh jamahan Tuhan, dan ini juga yang membuat saya semakin termotivasi mengikuti YSF walaupun saya belum tahu seperti apa acaranya. Saya hanya berdoa agar saya bisa memperoleh apa yang saya butuhkan. Saya percayakan seluruh rangkaian acara dan apa yang akan saya lakukan selama YSF kepada Tuhan. Saya tahu Tuhan pasti akan membimbing saya dan memberikan anugerahNya.

Ekspektasi saya tentang acara retret yang biasa-biasa saja langsung berubah ketika saya mulai mengikuti acara demi acara YSF ini. Sesuai dengan temanya: Extreme Make Over, acara ini sungguh-sungguh membangkitkan semangat dalam diri saya. Semangat saya untuk memuji dan menyembah Tuhan dikobarkan dengan ajakan pujian dan penyembahan yang sangat bersemangat dan khas karismatik dan anak muda. Materi yang disampaikan juga tidak membosankan dan sangat mengena. Jujur, saya langsung merasa tersentuh ketika pada sesi pertama disampaikan mengenai Our broken oleh Pakis. Saya disadarkan bahwa diri saya juga adalah seorang manusia yang broken. Selama ini mungkin saya tidak begitu menyadarinya, tetapi ternyata banyak sikap dan pemikiran saya yang menunjukkan betapa broken-nya saya sebenarnya. Satu kalimat yang sangat saya ingat dari sesi ini: Orang yang terluka cenderung akan melukai.

Selain pemberian materi lewat sesi-sesi, pada hari kedua diadakan inbound berupa game-game seru yang dilakukan berkelompok maupun individu. Semua game ini bukan sekedar game, tapi ada makna di balik setiap game yang ada. Ada game yang mengajarkan kerja sama, saling percaya, keberanian untuk melangkah, menghadapi kesulitan, saling mendukung, koordinasi, kesabaran, dan lain-lain. Begitu banyak makna dari acara inbound ini. Setelah acara inbound, pada malam harinya ada acara pengurapan oleh Roh Kudus. Setiap peserta didoakan menurut kebutuhannya oleh tim pendoa. Pada saat pengurapan itu, saya merasakan kedamaian pikiran yang luar biasa dan saya merasakan betapa Tuhan mengasihi saya. Betapa masalah yang selama ini begitu mengganggu pikiran saya, mengusik ketenangan dan kedamaian hati saya, sesungguhnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kasih Allah Bapa yang tidak pernah meninggalkan saya. Inilah yang ingin ditunjukkan Tuhan kepada saya. Masalah-masalah yang terjadi dalam hidup saya tidak akan pernah lebih besar daripada kemampuan yang diberikan Tuhan kepada saya, karena jika saya selalu bersandar kepadaNya dan percaya akan kasihNya, tidak ada masalah yang begitu besar hingga mampu merenggut kebahagiaan saya.”Nothing is greater than Me”, God says. Puji Tuhan, saya telah disadarkan akan hal ini! Acara hari kedua ini ditutup dengan malam pujian dan penyembahan yang diakhiri dengan makan bakso bersama (hmmm lezatnyaa..apalagi dingin-dingin begini jadi terasa makin nikmat hehehe).

Akhirnya pada hari ketiga, bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Indonesia, saya dan teman-teman pun bersiap untuk meninggalkan Prigen. Rangkaian acara YSF selama tiga hari dua malam ini ditutup dengan pelepasan balon harapan bersama-sama. Saya sangat bersyukur atas rangkaian acara YSF yang telah disusun dengan sedemikian menarik dan membangkitkan semangat saya. Saya berharap agar Roh Kudus selalu berdiam dalam diri saya dan menjadi kekuatan saya dalam menghadapi setiap tantangan yang saya hadapi. Seperti yang disampaikan oleh salah seorang pembicara, Raymond, pada sesi terakhir, “Tantangannya adalah setelah acara YSF ini selesai. Apakah kita akan kembali kepada pribadi yang lama ataukah kita akan tetap menjadi ‘baru’?”

Untuk menjaga pembaharuan yang telah saya terima, saya telah bertekad untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama dan hal-hal yang selama ini mungkin tanpa saya sadari telah mengikat saya pada sesuatu yang kurang berkenan kepada Tuhan. Ada banyak hal yang harus saya benahi dan ada banyak impian yang harus saya kejar seturut kehendakNya. Semoga hati dan pikiran saya yang telah diperbaharui ini memberi saya semangat baru yang selalu menguatkan saya setiap kali saya menghadapi tantangan dan cobaan.

Secara pribadi (dan saya rasa semua peserta pun akan setuju), saya sangat merekomendasikan acara YSF ini untuk siapa saja yang rindu memuji Tuhan, rindu untuk mengalami pembaharuan dalam hidupnya, rindu untuk dipulihkan dari segala beban hidup yang merampas kebahagiaan dan kedamaian jiwa. Saya sangat bersyukur bisa mengikuti acara ini dan mendapatkan teman-teman baru yang juga saling menguatkan. Sungguh, Tuhan itu baik. Seperti kata-kata yang dibisikkan gembala saya pada saat pengurapan, “Aku mengasihi engkau tanpa syarat, selamanya, seumur hidupmu.” Kata-kata yang begitu indah dan rindu untuk saya dengar.

Terima kasih buat Nila, gembala kelompok kami yang tidak pernah lupa mengingatkan kami untuk memakai tag name dan hadir tepat waktu ^_^, terima kasih untuk Cecil, Lia, dan Melinda yang juga menjadi roommate saya, juga untuk Iddo dan Peter yang sudah sabar sekelompok dengan kami cewek-cewek yang mungkin kadang ramai sendiri hehehe. Thank you all, I will miss you guys. Terima kasih untuk seluruh panitia YSF 2015 yang telah menampilkan acara yang luar biasa. Terima kasih untuk para pembicara yang telah menyampaikan materi dengan sangat menarik dan mengena. You are awesome and blessed! See you in the next occasion. God bless all of us! Bravo Youth Spiritual Fellowship 2015: truly “Extreme Make Over”.

Jerome Group YSF 2015

Jerome Group ~ YSF 2015, BDI, Prigen

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s