MENGAGUMI INDAHNYA NEGERI DI ATAS AWAN

Banner Lomba Utama

~Mengagumi Indahnya Langit Malam di Puncak Prau dan Sakralnya Ritual Pencukuran Rambut Gimbal Dieng Culture Festival~

Ayo visit Jawa Tengah! Jawa Tengah adalah salah satu propinsi yang dianugerahi dengan keindahan alam pegunungan. Ada cukup banyak gunung di Jawa Tengah yang memberikan keindahan panorama tak tergantikan. Salah satunya adalah Gunung Prau yang terletak di Kabupaten Wonosobo. Jika Anda sudah mengenal Wonosobo dengan Dataran Tinggi Dieng yang menjadi langganan para wisatawan dengan Kawah Sikidang dan Bukit Sikunirnya, maka cobalah untuk mendaki hingga puncak Gunung Prau.

Pesona Pendakian Gunung Prau

Dengan ketinggian 2565 mdpl, puncak Gunung Prau dapat ditempuh dengan waktu pendakian sekitar empat jam dari posko Patak Banteng untuk pemula. Jangka waktu ini mengambil referensi pengalaman pribadi saya ketika mendaki gunung pertama sekaligus gunung yang membuat saya jatuh cinta pada keindahan langit dan panorama pegunungan. Berawal dari keinginan menyaksikan Dieng Culture Festival yang diadakan pada tanggal 30-31 Agustus 2014, saya dan teman-teman traveller sepakat untuk mendaki Gunung Prau yang masih terletak di kawasan Dieng.

 DSC04468 DSC04472

 Jalur Pendakian Gunung Prau (foto dari basecamp Patak Banteng)

Pendakian Gunung Prau kami awali dari Desa Patak Banteng. Setelah melakukan registrasi, kami pun memulai perjalanan pendakian yang tak terlupakan. Sepanjang perjalanan, kami disuguhi asrinya pemandangan di kaki Gunung Prau. Sejauh mata memandang, saya disuguhi dengan segarnya warna hijau dari perkebunan yang menjadi lahan mata pencaharian penduduk desa setempat. Langit senja yang berwarna jingga pun menjadi penyemangat kami menapakkan kaki menuju puncak Gunung Prau yang terkenal dingin namun menawan. Setelah melewati tiga pos dengan penuh perjuangan, akhirnya saya dan teman-teman pun sampai di puncak Gunung Prau. Tidak seperti kebanyakan puncak gunung yang hanya sebentar disinggahi, justru di Gunung Prau ini sangat rugi rasanya jika tak mendirikan tenda. Kawasan puncak yang cukup luas sangat memungkinkan para pendaki untuk bermalam dan menikmati indahnya pemandangan langit malam serta sunrise pada pagi harinya.

 DSCF1821 DSCF1829

DSCF1748

Pemandangan sepanjang perjalanan pendakian Gunung Prau

DSCF1833 DSCF1834

Syahdunya langit senja menjelang matahari terbenam dalam perjalanan menuju puncak Gunung Prau

Milky Way di Langit Malam Puncak Gunung Prau

Setelah beristirahat sejenak dan menikmati makan malam sambil bersenda gurau, kami pun keluar dari tenda dan menikmati indahnya langit malam yang penuh taburan bintang di puncak Gunung Prau ini. Ketika menengadahkan kepala ke langit, saya begitu takjub melihat jutaan atau mungkin miliaran bintang yang menghiasi langit di atas kami. Pemandangan seperti itu baru pertama kali saya saksikan dengan kedua mata saya sendiri. Kalau selama ini milky way hanya saya saksikan lewat layar kaca dan foto, kini dengan rahmat Tuhan, saya diberi kesempatan untuk melihatnya langsung di langit Gunung Prau. Sungguh pemandangan yang indah, mempesona, dan menakjubkan. Pemandangan langit malam itulah yang membuat saya jatuh cinta pada alam pegunungan. Kami pun berusaha mengabadikan momen bersama dengan latar belakang langit malam yang sungguh cantik itu, meski ternyata susah juga mengambil foto milky way dengan jelas hehehe.

P1010539 P1010548

P1010544(1) P1010535

Cantiknya langit malam di puncak Gunung Prau

Wonderful Sunrise di Puncak Gunung Prau

Keindahan langit malam di Gunung Prau rupanya hanya sebagian dari indahnya pemandangan yang bisa kita nikmati di puncak. Pagi harinya, kita bisa menyaksikan matahari terbit perlahan dengan dikelilingi puncak gunung-gunung di Jawa Tengah. Ya, dari puncak Gunung Prau ini kita bisa melihat puncak Gunung Merapi, Merbabu, Slamet, Sumbing, dan Sindoro. Mengagumkan, bukan? Pemandangan kelima puncak gunung yang sesekali tertutup awan itu membuat saya kembali terkagum-kagum. Luar biasa, begitu indahnya pemandangan yang diciptakan Tuhan dan diizinkanNya untuk saya lihat kala itu. Kami tidak melewatkan kesempatan itu untuk berfoto bersama. Tentu saja selain menikmati keindahan alam, kebersamaan adalah hal terpenting dari setiap perjalanan. Menikmati perjalanan seorang diri mungkin mengasyikkan, tetapi menikmatinya bersama teman-teman dan orang-orang terkasih akan jauh lebih berkesan.

 P1010564 DSC04507

DSC04532 P1010583

P1010561

Indahnya Sunrise di Puncak Gunung Prau, 2565 mdpl

Dieng Culture Festival

Setelah puas menikmati keindahan yang disajikan Gunung Prau, rombongan kami melanjutkan wisata dengan mengikuti acara Dieng Culture Festival. Pada malam hari kami mengikuti festival kembang api, Jazz di Atas Awan serta Festival Lampion yang dilangsungkan di kawasan wisata Candi Arjuna. Entah karena terpesona oleh langit malam kemarin atau memang karena pemandangan malam hari lebih menarik buat saya, pemandangan yang tampak saat lampion-lampion dilepaskan terasa sangat indah. Cahaya-cahaya redup dari lampion menghiasi langit malam dengan warna kuning kemerahannya. Sambil diiringi musik jazz yang syahdu, pemandangan Festival Lampion waktu itu pun tampak semakin menawan.

DSCF1872 DSCF1881

Jazz di Atas Awan, Dieng Culture Festival 2014

DSCF1952 DSCF1890

Serunya melepaskan lampion di Festival Lampion Dieng Culture Festival 2014

Ritual Pencukuran Rambut Gimbal

Keesokan harinya, kami menyaksikan ritual pencukuran rambut gimbal di kawasan Candi Arjuna. Konon ritual ini adalah puncak dari acara Dieng Culture Festival. Ritual ini dilakukan setiap tahun secara turun-temurun dan dihadiri oleh para tokoh masyarakat Dieng. Dalam ritual ini, beberapa dari anak-anak Dieng yang berambut gimbal akan dipotong rambutnya. Nah, sebelum rambutnya dipotong, anak-anak ini boleh mengajukan permintaan yang harus dipenuhi oleh si orang tua anak tersebut. Permintaannya macam-macam, ada yang meminta sekeranjang cokelat, sepeda, serta handphone yang ada kameranya.

P1010706 DSCF2031

Ritual Pencukuran Rambut Gimbal (Gembel) di Kawasan Candi Arjuna Dieng

DSCF2032

Foto bersama Panitia Dieng Culture Festival 2014

Kawah Sikidang dan Telaga Warna

Dari lokasi ritual pencukuran rambut gimbal, rombongan kami bertolak menuju warung makan yang menjual makanan khas Dieng, yaitu mie ongklok dan sate sapi. Setelah itu, kami pun mengunjungi tempat wisata yang sudah populer di Dieng, yaitu Kawah Sikidang dan Batu Pandang di kawasan wisata Telaga Warna. Sayang kami belum sempat mengunjungi Bukit Sikunir, tetapi kami sudah merasa cukup puas dengan tempat-tempat yang kami datangi selama berada di Dieng.

Mi_ongklok_sate_sapi_Wonosobo

Mie Ongklok dan Sate Sapi, Hidangan Khas Dieng

P1010746 DSCF2075

Kawah Sikidang Dieng

DSCF2120 P1010771

Telaga Warna, Dieng, tampak dari Batu Pandang

Carica, Buah Tangan Khas Dieng

Sebelum pulang ke rumah masing-masing, jangan lupa untuk membeli buah tangan khas Dieng yaitu manisan buah carica! Bagi yang baru mendengar buah carica, buah ini bisa dibilang mirip dengan pepaya namun berukuran lebih kecil dan hanya tumbuh di dataran tinggi. Tekstur buah ini mirip dengan pepaya muda. Kalau sudah dibuat manisan, teksturnya menjadi lebih empuk tapi masih terasa agak krispi. Carica dipercaya dapat membentuk kolagen dalam tubuh, berfungsi sebagai obat kulit, memperlancar pencernaan, dan menyehatkan mata. Ada banyak penjual manisan buah carica yang bisa ditemui di hampir semua tempat wisata yang ada di kawasan Dieng dengan harga dan kemasan yang variatif. Jadi, jangan khawatir akan kesulitan menemukan oleh-oleh yang segar, nikmat, dan kaya manfaat ini.

manfaat-buah-carica-300x195

Carica, oleh-oleh khas Dieng

Nah, penasaran ingin melihat milky way dan sunrise di puncak Prau? Atau ingin ikut menyaksikan rangkaian acara Dieng Culture Festival? Ingin melihat langsung Kawah Sikidang dan Telaga Warna yang terkenal di Dieng? Tidak perlu ragu, mulai saja persiapannya dari sekarang. Sarana transportasi dan akomodasi di Dieng juga sudah sangat memadai, kok. Angkutan umum, homestay, rumah makan, pertokoan, serta fasilitas lainnya bisa dengan mudah ditemukan. Kebetulan acara Dieng Culture Festival 2015 juga akan segera digelar tanggal 31 Juli—2 Agustus 2015 mendatang. Bagi yang tidak mendapatkan tiket acara tersebut, jangan khawatir karena tanpa tiket pun kita masih bisa ikut mengikuti rangkaian acara Dieng Culture Festival meskipun agak terbatas. Nah, sebelum mengikuti acara Dieng Culture Festival, sangat saya anjurkan untuk menjajal jalur pendakian Gunung Prau sembari menikmati keindahan pemandangan yang disuguhkannya.

Berikut ini beberapa informasi tentang perjalanan ke Dieng dan Gunung Prau, semoga bisa bermanfaat 🙂

ITINERARY BACKPAKER TO DIENG PLATEAU_FIX

TRANSPORTASI BACKPACKER TO DIENG PLATEAU

Video Perjalanan Gunung Prau&Dieng Culture Festival 2014 (by Indra Yusuf)

brosur DCF 2014

Brosur rangkaian acara Dieng Culture Festival 2014

Ayo, visit Jawa Tengah!

Cerita lengkap perjalanan tim kami ke Gunung Prau bisa disimak di sini.

Advertisements

4 thoughts on “MENGAGUMI INDAHNYA NEGERI DI ATAS AWAN

    • wah saya gak pas 17an sih..kalau dari Patak Banteng gak berat menurut saya, waktu itu juga pendakian pertama saya dan masih oke kok hehe 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s