Weekend Powered Personality 2015 Surabaya

Semoga belum terlambat memposting ini :).

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 11-12 April 2015, saya dan teman-teman mengikuti acara Weekend Powered Personality (WEPP) di Wisma Retret Bintang Kejora, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Acara tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Choice Surabaya (sama dengan penyelengara Weekend Choice Surabaya yang pernah saya ikuti sebelumnya).

Awalnya saya sempat ragu untuk mengikuti acara tersebut, karena biayanya lumayan juga…Rp 400.000,00 untuk biaya akomodasi plus transportasi dengan meeting point di Surabaya. Karena ingin menabung untuk rencana perjalanan ke Lombok bulan Mei, saya sempat mikir-mikir ikut atau tidak acara WEPP ini. Namun, akhirnya dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya daftar juga hehehe. Sebuah keputusan yang sangat tepat dan saya syukuri!

Saya berangkat hari Jumat malam, 10 April 2015 lalu menginap di rumah teman Choicer saya, Yuna. Many many thanks untuk Yuna dan keluarganya yang sudah menjemput dan mengizinkan saya numpang menginap dan makan di rumahnya hehehe. Oh iya di sini saya juga baru tahu kalau ternyata keluarga Yuna mengenal salah satu bos di tempat kerja saya hehehe (dunia memang sempit). Malam sebelum berangkat, saya dan Yuna sempat ngobrol sampai larut malam hahaha…tau sendiri yang namanya girls talk, nggak mungkin cukup Cuma setengah jam :). Untungnya keesokan harinya kami bisa juga bangun pagi hehehe.

Nah, kami berangkat ke Mojokerto hari Sabtu pagi sekitar pk 06.00 WIB. Saya berangkat bersama rombongan naik bus menuju Wisma Retret Bintang Kejora, Pacet (sama dengan lokasi WEC dulu). Selama perjalanan, saya duduk di samping salah satu teman Choicer saya yang lain, Maria. Kami ngobrol dengan seru sampai tak terasa akhirnya sampai jugalah kami di Pacet.

Kamar pun dibagi dan saya ternyata sekamar dengan Yuna! Wow senangnya…seolah tak terpisahkan hahahaha. Setelah beristirahat sejenak, acara WEPP pun dimulai. Awalnya kami diminta untuk mengisi kuesioner yang akan menentukan tipe atau jenis karakter dominan kami. Setelah itu, kami mendapat penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing karakter. Selanjutnya dari hasil kuesioner yang kami isi tadi, kami pun dibagi dalam kelompok-kelompok dan diberikan beberapa macam tugas kelompok. Sejak hari pertama, acara WEPP ini seru sekali, penuh dengan interaksi dan aktivitas yang menyenangkan serta informative. Sampai akhir hari pertama, saya dan teman-teman saling bercerita tentang betapa bersyukurnya kami bisa mengikuti acara ini. Saya juga sangat bersyukur karena telah memilih untuk mengikuti WEPP.

Acara yang hanya berlangsung dua hari ini sama sekali tidak terasa membosankan. Justru banyak sekali hal yang bisa kami dapatkan dari acara ini. Yang jelas, manfaat terutama yang saya rasakan adalah, saya bisa lebih bijak dalam menanggapi cara komunikasi dan interaksi dari orang lain. Selama WEPP ini, kami juga jadi bisa lebih mengenali karakter dari orang-orang di sekitar kami. Nah, seperti pepatah lama “tak kenal maka tak sayang”, dengan mengenali karakter seseorang, akan lebih mudah bagi kita untuk berinteraksi dengan lebih baik dengan orang tersebut. Misalnya ketika seorang bertipe Koleris tidak mudah meminta maaf dengan kata-kata, tetapi ia menyatakan penyesalannya dalam wujud tindakan seperti membelikan barang atau mentraktir kita…ini membuat kami—terlebih saya secara pribadi—lebih memaklumi dan memahami orang lain. Saya jadi merasa lebih toleran dan maklum ketika orang-orang di sekitar saya yang kebetulan bertipe Koleris tidak mudah mengatakan ‘maaf’, tetapi mereka menyatakan permintaan maafnya dalam hal-hal lain. Demikian juga dengan tipe-tipe kepribadian lain.

Saya menyadari bahwa setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Dengan mengenali kelebihan dan kekurangan setiap karakter, diharapkan kita lebih mampu menerima orang lain apa adanya dan tidak mudah menuntut seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan kita. Memang orang harus bertumbuh menjadi semakin baik, tetapi itu tidak berarti dengan menanggalkan karakter asli yang memang ada pada dirinya. Pertumbuhan menjadi manusia yang lebih baik tidak dilakukan dengan menghilangkan kelemahan, tetapi dengan mengatasi kelemahan itu, berusaha untuk mengembangkan sisi-sisi lain yang positif.

Akhirnya, ulasan ini memang hanya sekelumit cerita saya tentang apa yang saya rasakan selama mengikuti WEPP. Namun, saya sangat berharap agar WEPP dapat lebih sering lagi diadakan dan saya anjurkan teman-teman untuk dapat mengikuti acara ini. Carilah informasi kapan acara ini diadakan, karena saya jamin teman-teman tidak akan menyesal, malah justru akan mendapatkan banyak sekali manfaat dari WEPP.

~To know, love, and serve You~

 Berikut ini karikatur yang sempat saya buat sepulang dari WEPP. Cerita ini berdasarkan salah satu aktivitas yang kami lakukan selama WEPP (bukan fiksi lho hehehe), dengan penyesuaian seperlunya. (Karakter terinspirasi dari Simple Thinking about Blood Type by Park Dong Sun)

1. SANGUINIS 

Sanguinic

2. KOLERIS

Choleric

3. MELANKOLIS

Melancholic

4. PLEGMATIS

Plegmatic

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s