My Trip My Story: Explore Bawean (Day 2 Part 2): Gili Noko and Selayar White Sand Beach..and…Fireworks Night!

Kurang lebih pukul tiga sore akhirnya kapal kami siap. Kami pun berjalan menuju dermaga untuk kemudian naik kapal ke Pulau Gili. Eh ternyata jalan ke dermaga ini berbatu-batu lho. Harus hati-hati juga ya jalannya supaya tidak terjatuh. Nah, setelah sampai di ujung, kami harus naik kapal kecil yang nantinya akan mengantar kami ke kapal yang lebih besar. Kapal yang lebih besar inilah yang nanti akan mengantar kami menuju ke Gili. Berhubung kapasitas kapal kecil tidak banyak, sekali angkut dia hanya mampu mengantar sekitar empat orang ke kapal besar. Setelah itu dia akan kembali lagi menjemput empat orang berikutnya, demikian seterusnya. Sambil menunggu semua anggota rombongan sampai, kami yang lebih dulu tiba di kapal besar mengisi waktu sambil foto-foto (perasaan foto-foto terus ya hehehe). Baru setelah semua anggota komplit, kami pun berangkat menuju ke Gili Selayar.

P1040343 DSCF3935

Perjalanan ‘transit’ dari dermaga menuju kapal besar

DSC_0145 DSC_0153

DSCF3940 P1040350

P1040352 DSCF3942

Foto-foto dulu sebelum berangkat 😀

Perjalanan menuju Gili Selayar tidak begitu lama. Hanya sekitar lima belas menit kami pun sampai di spot snorkeling. Lokasi pertama ini berada agak di tengah laut. Bagi kami-kami yang tidak bisa berenang, snorkeling menggunakan jaket pelampung menjadi sebuah keharusan. Dengan peralatan safety yang mendukung, snorkel di permukaan laut pun menjadi aman dan nyaman. Saya sendiri tidak memakai sepatu katak karena kebetulan ukuran sepatu saya tidak ada. Untungnya saya masih bisa bergerak dengan menggerakkan tangan dan kaki saya walaupun kadang terasa berat juga ketika harus melawan arus laut. Namun, semuanya itu nggak percuma kok. Pemandangan alam bawah laut di Gili Selayar ini lumayan menarik dan tampak masih alami. Pemandangan koral yang beraneka dan ikan-ikan kecil yang sesekali berenang lewat membuat mata saya tidak bosan melihat ke bawah. Sayang sih saya tidak bisa menyelam lebih dalam untuk lebih menikmati lagi pemandangan bawah lautnya, tapi ya daripada kenapa-kenapa karena memang belum bisa berenang dan snorkeling dengan benar, cukup lah melihat keindahan pemandangan bawah laut di Gili Selayar ini dari permukaan.

P1040411 P1040359

Yang nggak bisa berenang jangan lupa pakai life jacketnya yaa… 🙂

DSCN0468 DSCN0460 DSCN0462 DSCN0463 DSCN0432 DSCN0465

Sekelumit keindahan pemandangan bawah laut Gili Selayar

Bawean Trip (46) Bawean Trip (54) Bawean Trip (36)

Hehehe perbandingan enaknya kalau bisa snorkel tanpa life jacket..bisa melihat lebih dekat spot-spot cantik di bawah air… (plus hasil fotonya pun lebih keren hahaha..salut buat Jafar dan Kakak Monic :D)

Cukup puas melihat keindahan pemandangan di bagian tengah perairan Gili Selayar, kami beranjak menuju bagian tepi pantai Gili Selayar. Mas-mas guide yang memandu kami sebenarnya mengatakan dengan jalan kaki saja bisa sampai ke pantai Gili Selayar. Namun, berhubung tenaga sudah cukup terkuras dan melihat sepertinya pantainya kok masih jauh, kami pun naik kapal menuju pinggir pantai (eh ternyata Cuma naik kapal gak ada 5 menit udah nyampe hahaha). Di bagian tepi ini tidak banyak yang bisa dinikmati untuk snorkel. Kami pun hanya berfoto sebentar di pinggir pantai berpasir putih itu. Satu, dua, tiga, entah berapa kali kami berpose untuk foto sampai akhirnya kami pun meninggalkan Gili Selayar dan bersiap menuju Gili Noko sebagai spot snorkel selanjutnya.

P1040428 P1040422

Ini mau difoto malah pada ngeliatin apaan sih? Hehehe

P1040414 P1040430

Tim Explore Bawean at Selayar Beach 😀

P1040418  P1040415

Foto sebelah kanan nih salah satu anggota boyband ala Bawean..dik Alfin yang ganteng&keren hehehe 😀

Perjalanan menuju Gili Noko ternyata lumayan jauh juga. Banyak anggota rombongan kami yang memilih untuk tidur, sementara sebagian kru kapal mengisi waktu dengan bernyanyi sambil main gitar untuk memeriahkan suasana. Sepanjang perjalanan, keheningan laut yang dibalut dengan desir suara ombak sesekali membuat jiwa puitis dalam diri saya tergugah hehehe. Kadang kala kita memang memerlukan saat-saat hening, saat-saat di mana tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan selain daripada menikmati saat itu. Memandang lautan yang luas dan seakan tak berujung, daratan berhias warna hijau di seberang, dan samar-samar tampak daratan Pulau Gili Noko yang akan kami kunjungi, membuat hati dan pikiran saya begitu tenang. Seakan semua persoalan, kekhawatiran, kekecewaan, dan hal-hal lain yang mengganggu pikiran saya hilang sejenak. Saya hanya bisa mengagumi ciptaanNya, menyadari betapa kecilnya saya, betapa luar biasanya Dia yang mencipta dan mengatur segalanya. (Baca: Kenangan dari Bawean)

DSCF3951 DSCF3958

Perjalanan menuju Pantai Noko…mengembalikan  si bintang laut ‘Patrick’ mungil ke habitatnya setelah diajak jalan-jalan sebentar bersama kami menuju Noko 🙂

DSCF3969 DSCF3967

Perjalanan tak pernah sepi bersama teman-teman yang memeriahkan suasana 🙂 (plus makan mangga kupasan Mbak Marline hehehe)

Perjalanan sekitar satu jam menuju Gili Noko akhirnya berakhir juga. Kami begitu bersemangat ketika mesin kapal dimatikan. Tampak pulau Gili Noko yang berpasir putih juga. Teman-teman yang tadinya tertidur pun mulai bangun…kecuali satu orang..Rani. Sebelumnya, Mbak Helen sempat berkata, “Rani pulas amat ya tidurnya, sampai nggak kerasa gitu kalau ada goncangan ombak,” Kami semua berpikir Rani masih tertidur. Namun, begitu kapal berhenti dan ia tak kunjung bangun, barulah kami sadar kalau Rani ternyata pingsan! Oh my…Bayu pun berusaha menyadarkan Rani. Kami juga ikut membantu. Ada yang menggosokkan minyak angin di kepalanya, memijat-mijat tangan dan kaki, dan memberi bau-bauan minyak angin. Tak lama kemudian, Rani pun tersadar. Fyuh… Untungnya Rani juga membawa baju ganti. Akhirnya, cewek-cewek membantu Rani berganti baju dengan bertiraikan spanduk (Spanduknya multifungsi juga nih hehehehe) sementara cowok-cowok turun dari kapal dan bergabung bersama beberapa orang pemuda yang ternyata sedang melakukan bersih-bersih pantai.

Bawean Trip (66)  Bawean Trip (85)

Sempet foto sebentar di Noko (bukti pernah ke sini hehehe)   Appreciation for our Trip Leader (pic by Bumil)

Setelah selesai membantu Rani berganti pakaian, kami pun ikut turun dari kapal dan foto-foto sebentar di Pantai Gili Noko. Kami harus bergegas karena langit juga sudah tampak gelap. Akhirnya kami batal snorkeling di Gili Noko dan memutuskan untuk segera pulang. Ya tak apa lah, ingat dalam kondisi perjalanan apapun tetap Safety First! 🙂

Kurang lebih jam enam sore kami tiba di daratan. Kami pun sempat membilas diri dengan air tawar (nimba air dari sumbernya) sebelum akhirnya naik pipck up untuk kembali ke homestay. Sepanjang perjalanan menuju homestay, kami sempat bermain ‘tebak lagu’ juga setelah sebelumnya kami berhasil menebak judul lagu yang sebelumnya menjadi misteri karena tak ada seorang pun dari kami yang tau judul lagu yang sudah diberi petunjuknya oleh Yuna (ternyata petunjuknya ada yang keliru nih hahaha).

Sesampainya di homestay, hal pertama yang kami lakukan adalah antre mandi! Berhubung kamar mandinya Cuma dua, jadi ya kami harus sabar menanti. Oh iya Rani yang masih lemas terus ditemani oleh Bayu yang dengan telaten merawat Rani (so sweet deh lihat pasangan ini…semoga langgeng sampai seterusnya ya, aminnn 🙂 ). Setelah beres mandi, kami santap malam terakhir di Bawean. Wah lauk favorit saya si cumi masih ada ternyata! Yay! Hehehe… kami makan dengan lahap (mungkin sudah pada kelaparan juga karena snorkeling tadi). Nah selesai makan nih…masih jam delapan lebih. Rencana untuk menyalakan kembang api masih belum kesampaian nih. Berhubung ini malam terakhir, daripada si kembang api yang sudah disiapkan ini mubazir, kami pun sepakat untuk menyalakannya di dermaga. Tapi berhubung beberapa orang sudah capek dan mau istirahat, akhirnya kami pun berangkat minus Asmi, Mbak Helen, Bayu, dan Rani. Untungnya suasana di dermaga juga sepi kalau malam hari begini. Kami pun tidak perlu terlalu khawatir kalau suara letusan kembang api akan mengganggu orang-orang di sekitar dermaga. Agak absurd juga sebetulnya membayangkan malam-malam pergi ke dermaga hanya untuk menyalakan kembang api lalu pulang! Just like that? Kembang api itu juga meletusnya nggak ada lima menit! Hahaha…memang sih secara logika sepertinya gak worthed sekali ya. Tapi entah kenapa waktu itu kami juga sangat antusias menanti-nantikan dan menyaksikan si kembang api meledak di langit malam. Kami bersorak, seperti anak-anak kecil yang begitu gembira melihat nyala cahaya di langit.

DSCN0534

Tim UNO Bawean hahaha…muka yang dicoreng-coreng adalah bukti kerendahan hati kami mengakui keunggulan rekan-rekan yang lain 😛

Setelah puas bermain kembang api, kami tadinya berniat untuk nongkrong di alun-alun. Sayangnya, alun-alun sudah sepi pada waktu itu. Selain itu, ternyata tidak ada penjual wedang (minuman hangat) yang sebenarnya cocok sekali jadi hidangan teman nongkrong malam hari. Kami pun memutuskan untuk kembali ke homestay dan acara malam itu pun ditutup dengan bermain UNO! Hahaha…ya walau nggak semuanya main sih. Saya, Yuna, Farida, Jafar, dan Alfin bermain UNO sementara Monic menyemangati kami sambil menyaksikan AMA yang tengah ditayangkan di televisi. Permainan UNO yang berlangsung cukup sengit dan diwarnai kegaduhan itu berakhir sekitar jam setengah dua belas malam. Kami pun bersiap untuk tidur, mempersiapkan stamina untuk perjalanan pulang besok pagi. Iya ya, tak terasa besok kami sudah harus kembali ke tempat kami masing-masing dan berpisah dengan teman-teman di sini.

To be continued My Trip My Story: Explore Bawean (Day 3) ~ Last Day…Goodbye Bawean, Going Back Home

Advertisements

3 thoughts on “My Trip My Story: Explore Bawean (Day 2 Part 2): Gili Noko and Selayar White Sand Beach..and…Fireworks Night!

  1. Pingback: My Trip My Story: Explore Bawean (Day 2 Part 1): Jherat Lanjheng dan Danau Kastoba | Makjoel's Blog

  2. kali ini koleksi foto di trip mbak Yulia waktu di Bawean lebih banyak, asik banget gaya bahasanya mudah dicerna dan bisa dengan mudah membayangkan keindahan pantai-pantai pulau Bawean, bisa menginspirasi kita semua, like usual you are the best!

    • Thank you Vickie..Semua tak lepas dari itinerary&koordinasi Mr. Trip Leader yg selalu oke punya hehehe..ditunggu trip-trip seru berikutnya ya! You’re the best trip-arranger also haha 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s