MENGIKUTI TUHAN

Selingan dulu ya…(maaf postingan wisata ke Bawean tertunda lama..masih mencari ‘mood’nya hehehe)

Beberapa waktu yang lalu, ada sebuah pergumulan yang mengusik hati dan pikiran saya. Saya merasa marah, sedih, kecewa, dan kesal dengan kondisi yang ada. Pikiran saya pun tidak tenang. Saya jadi mudah terpancing emosi karena kekeliruan-kekeliruan kecil dan kedamaian jiwa saya pun terusik.

Pada saat sulit seperti itu biasanya saya mencurahkan isi hati saya kepada Tuhan. Saat malam tiba, saya pun mengungkapkan betapa beratnya mengikuti Tuhan. Tuhan telah meminta banyak hal dari saya, yang mana semua itu rasa-rasanya mustahil untuk bisa saya penuhi. Ia ingin saya mengasihi tanpa batas, mengampuni tanpa batas, selalu memilih untuk melakukan yang benar dan sesuai dengan apa yang Ia ajarkan alih-alih mengedepankan kepentingan pribadi dan ego saya. Tak jarang pula Ia meminta saya untuk merendahkan diri di hadapan lawan atau orang-orang yang melakukan kesalahan kepada saya.

Sebagai manusia biasa, tentu saja hal-hal itu terasa berat dan logika saya pun terus memberontak. Saya tidak tahu mengapa permintaan-permintaan Tuhan begitu sulit. Apakah Ia ingin saya menderita? Apakah saya harus selalu berkorban seumur hidup saya?

Pada sebuah acara persekutuan doa yang saya ikuti kemarin, saya kembali diingatkan untuk hidup dengan meneladan cara hidup Tuhan Yesus. Berat memang, semua peserta pun mengakuinya. Namun, kalau saya ingat-ingat lagi ya memang seperti itulah cara hidup seorang kristiani sejati. Mungkin apa yang dilakukan seorang murid Kristus sejati akan dianggap bodoh dan lemah oleh dunia, tetapi sesungguhnya memang itulah yang diajarkan oleh Tuhan. “Apa yang lemah akan dipakai Tuhan untuk mengalahkan yang kuat. Yang bodoh akan dipakai untuk meniadakan yang berhikmat.” Sebuah intisari dari perikop dalam Alkitab yang digemakan kemarin malam membuat saya kembali tersadar: memang menjadi orang Kristen/Katolik itu sulit!

Kalau ada pendeta atau pastor yang melakukan propaganda dengan iming-iming bahwa menjadi seorang Kristiani, mengikuti Yesus, akan menjamin orang bebas dari masalah, saya bisa katakan dengan pasti bahwa itu adalah sebuah kebohongan besar. Di dalam ajaranNya sendiri, Yesus telah mengingatkan bahwa murid-muridNya akan mengalami penderitaan. Menjadi seorang Kristiani berarti harus mampu menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Yesus. Apakah itu hal yang mudah untuk dilakukan? Sudah tentu tidak. Siapa manusia ‘waras’ di dunia ini yang rela mengorbankan dirinya demi musuhnya? Siapa orang yang akan dengan rela hati merendahkan diri dan membalas kejahatan dengan kebaikan? Siapa yang akan dengan ikhlas memberikan pipi kanan ketika seseorang menampar pipi kirinya?

Apa yang diajarkan Yesus selalu terdengar unik dan seringkali tidak dapat dipahami dengan akal pikiran manusia. Lalu, mengapa saya mau menjadi seorang Kristen? Kalau itu berarti saya harus rela menderita, merendahkan diri, dan berkorban? Saya sendiri tidak bisa menjelaskan sepenuhnya mengapa, tetapi yang jelas, saya merasa menjadi seorang Kristiani membuat saya menjadi orang yang lebih baik. Saya merasakan, sekalipun apa yang diminta Tuhan itu seringkali berat dan tidak masuk akal, kalau saja dengan tulus hati dan sungguh-sungguh saya melakukannya, saya merasa jauh lebih baik.

Satu-satunya hadiah yang dijanjikan Tuhan adalah kehidupan kekal. Mungkin belum ada orang yang bisa memberi kesaksian seperti apa kehidupan kekal itu. Namun, secara pribadi saya yakini bahwa hadiah yang menanti di surge itu akan sangat setimpal dengan usaha saya untuk menaati ajaranNya.

Betapa banyak orang terbuai dengan kenikmatan duniawi dan melupakan Tuhan. Hal ini sejatinya telah diperkirakan sendiri oleh Tuhan kita, sehingga Ia pun menasihati kita untuk selalu waspada dan berjaga-jaga. Kita tidak tahu kapan ‘pengadilan terakhir’ itu akan tiba. Yang bisa kita lakukan hanyalah senantiasa berusaha sepenuh hati mengikuti kehendak Tuhan. Memang berat, memang sakit, memang sering tidak masuk akal. Untuk itu dengan kemampuan saya, saya sendiri merasa tidak sanggup. Saya sering meminta kekuatan dari Tuhan kalau memang Tuhan ingin saya melakukan sesuatu yang saya rasa sangat berat. Saya percaya Tuhan akan sangat bermurah hati dalam memberikah kekuatan, karena itu kita tidak perlu ragu meminta kepadaNya karena justru itulah yang menunjukkan kerendahan hati kita di hadapanNya.

Marilah berusaha untuk mencapai mahkota kehidupan yang telah dijanjikan oleh Tuhan kita dengan senantiasa berusaha sekuat tenaga menaati perintahNya dan hidup meneladan Dia. AMDG!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s