REFLEKSI AKHIR TAHUN 2014

5 Januari 2015

Akhirnya tahun 2014 pun berakhir sudah. Tahun penuh kenangan, tahun yang penuh pengalaman baru dan menakjubkan, tahun yang penuh dengan air mata kesedihan dan kebahagiaan.

Ketika saya mencoba mengingat kembali perjalanan saya selama tahun 2014 yang lalu, saya menyadari bahwa ada begitu banyak hal yang terjadi. Ada begitu banyak peristiwa yang saya alami, baik peristiwa yang menyenangkan maupun peristiwa yang menyedihkan.

Ada saat-saat dimana saya tertawa dan tersenyum bahagia, ada pula saat-saat dimana saya menangis dan tenggelam dalam duka.

Ketika mengingat semua kejadian itu, saya menyadari bahwa inilah kehidupan. Kebahagiaan dan kesedihan akan selalu ada. Tawa dan tangis akan silih berganti.

Tahun 2014 ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di luar negeri bersama dengan sahabat-sahabat saya yang terkasih. Tahun ini juga untuk pertama kalinya saya ikut mendaki gunung bersama teman-teman terbaik saya. Tahun ini begitu banyak perjalanan seru dan mengasyikkan, banyak teman baru yang saya dapatkan, banyak pengalaman berharga dan rasa syukur yang mendalam yang saya rasakan. Semua perjalanan menarik itu pun tak rela saya lewatkan begitu saja. Maka tahun ini pula saya mulai mengisi blog saya dengan cerita-cerita perjalanan yang saya lakukan.

Ketika banyak hal yang saya dapatkan, ternyata ada juga hal-hal yang hilang dan harus saya relakan pergi.

Beberapa orang teman dan sahabat yang akhirnya harus berpisah, beberapa barang yang harus saya relakan (di antaraya dua buah handphone yang sudah menemani saya dalam perjalanan-perjalanan saya sepanjang tahun ini)…dan yang paling memukul adalah berita di akhir tahun yang sangat mengejutkan saya karena saya harus kehilangan salah seorang sahabat terbaik saya sejak SMA untuk selamanya.

Air mata yang mengalir dan tawa yang menghiasi kehidupan saya memang silih berganti dan akan selalu seperti itu. Apa yang diberikan oleh kehidupan ini mungkin ada kalanya terasa berat, tetapi ada kalanya juga terasa ringan dan menyenangkan.

Tahun ini saya mengalami perubahan luar biasa dalam hubungan saya dengan keluarga saya dan dengan Yang Ilahi. Entah berapa lama saya mengaku beriman, tetapi rasa-rasanya baru tahun ini saya dicelikkan betapa iman saya masih sangat dangkal. Setidaknya dua retret rohani  yang saya ikuti sangat membantu saya untuk semakin dekat denganNya dan berusaha untuk mengenalNya lebih dekat lagi, belajar untuk merasakan kasihNya lebih dan lebih dalam lagi.

Tahun 2014, tahun yang begitu penting dan berarti bagi saya. Saya pun berdoa agar tahun 2015 bisa menjadi tahun yang penuh dengan sukacita. Semoga saya bisa melakukan yang terbaik dalam setiap waktu kehidupan saya. Semoga saya bisa hidup seturut dengan kehendakNya. Semoga resolusi-resolusi saya bisa tercapai seturut kehendak Tuhan Yang MahaKuasa dan MahaPengasih. Semoga hati dan pikiran saya senantiasa dipenuhi dengan sukacita surgawi agar saya pun dapat mewartakan kabar gembira dan sukacita kepada siapapun yang saya jumpai, di mana pun, dan kapan pun. AMDG. 🙂

MomentCam_20150111_174833

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s