Unforgettable Unexpected Journey Semeru – Day 2 Part 3 : Summit Mahameru…, will we?

Asmi sampai lebih dulu di lokasi Kalimati, sementara Mas Vic dan saya menyusul di belakang (sempat foto-foto dulu juga sih hehehe), lalu dilanjutkan dengan Mas Herman. Jafar sepertinya masih mengawal Kang Hendrika di belakang. Sesampainya di Kalimati, sekitar pukul empat sore. kami pun memilih lokasi untuk memasang tenda. Waktu itu hawa sudah mulai terasa dingin, padahal cuaca masih cerah, langit pun masih terang. Saya dan Asmi segera mengenakan jaket untuk meminimalisir dinginnya udara. Tak lama kemudian, Jafar dan Kang Hendrika sampai juga di TKP. Kami pun mulai mendirikan tenda (yang cowok) dan memasak (yang cewek). Oh iya, di sini teman-teman yang muslim juga sempat sholat bergantian (apalagi karena ada pak ‘Ustad’ Herman yang sangat rajin beribadah di rombongan kami).

P1030743 P1030746 P1030762

Perjalanan –> Istirahat –> Arrived at Kalimati! 🙂

Untuk makan siang, kali ini menu kami adalah…Indomie goreng dengan lauk telur dadar dan korned (again—hahaha) pluss chicken nugget. Akhirnya kami goreng juga nih si chicken nugget. Berhubung angin di Kalimati ini juga cukup kencang, kami segera memasukkan masakan yang sudah jadi ke dalam tenda. Tujuannya jelas untuk melindungi makanan kami dari debu vulkanik yang ikut terbawa bersama angin. Sementara saya dan Asmi memasak mie, Mas Vickie menggoreng telur dan nugget.

Jpeg Jpeg

Mendirikan tenda bersama-sama

Sekitar jam 16.45 WIB, semua masakan telah siap. Yay! Kami pun merelokasi semua masakan itu ke tenda yang besar (tendanya cowok-cowok) untuk makan bersama di sana. Nah…setelah semuanya berkumpul di dalam tenda, kami pun mulai membagi-bagi jatah makanan. Mulai dari indomie goreng, telur goreng, sampai chicken nugget. Seperti biasa, sebelum makan foto-foto dulu ya (always hehehe). Setelah beres foto-foto, mari makaaaan! Hmmm…aroma indomie goreng terasa begitu nikmat. Lebih nikmat lagi ketika kami memakannya. Tekstur mie yang lembut dan taste-nya yang khas membuat kami teringat masa-masa menyenangkan menyantap indomie goreng di kos atau di rumah…memang benar, Indomie seleraku. Saya dan Asmi sempat kompak menilai bahwa makanan kami sore itu adalah makanan terenak yang kami makan sepanjang perjalanan ini hehehe. Bukan kenapa-kenapa, tapi karena tekstur nasi yang kami masak agak aneh (matangnya tidak merata juga), jadi makan karbohidrat dalam wujud indomie waktu itu benar-benar terasa nikmat. Nah, yang aneh justru di chicken nugget yang baru kami buka kemasannya sore ini tadi. Saya dan Asmi sempat merasa chicken nugget ini agak asam. Akhirnya saya hanya memakan dua potong chicken nugget dari tiga potong jatah saya. Saya takut saja kalau-kalau ternyata chicken nugget ini memang sudah tidak layak makan, bisa-bisa saya diare di gunung..oh no! Makanya, meski teman-teman cowok bilang rasanya biasa saya dan mereka tetap melahap habis chicken nuggetnya, saya tetap meninggalkan sepotong nugget itu.

P1030775 P1030772

Wajah-wajah bahagia menjelang makan sore 😀

P1030769  P1030766

Sabar ya, Nak…ibu bagi-bagi dulu makanannya ya, gak usah rebutan!

Selesai makan siang (makan sore sih sebetulnya hehehe), kami pun berdiskusi mengenai rencana untuk summit nanti. Nah, ini dia nih yang dari tadi mendebarkan hehehe. Mas Vickie pun bertanya siapa saja yang mau summit, termasuk bertanya kepada saya dan Asmi. Sebelumnya, Kang Hendrika sudah menyatakan kalau dia tidak akan summit, bahkan sewaktu kami masih di Jambangan. Ketika Mas Vic bertanya kepada saya dan Asmi, spontan saya menjawab kalau saya tidak summit dan akan menemani Kang Hendrika saja di Kalimati. Yup, akhirnya itulah keputusan saya. Dengan berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak naik ke puncak Mahameru.Kemudian Mas Vickie mulai membahas persiapan untuk summit yang rencananya akan dilakukan tengah malam nanti. Waktu itu kami sempat juga membahas angin yang berhembus begitu kencang, bahkan sejak kami di Ranukumbolo. Asmi dan Mas Vickie membenarkan dan berkata bahwa sewaktu mereka mendaki Semeru sebelumnya, anginnya tidak sekencang itu. Mas Vickie juga mengingatkan bahwa jalur menuju Mahameru nanti memang sangat berat. Jafar dan Mas Herman yang belum pernah mendaki sampai Mahameru sempat bertanya juga tentang jalur di sana. Mas Vic bercerita bahwa jalur menuju Mahameru benar-benar curam dan pijakannya pun tanah berpasir, tidak ada vegetasi apapun yang bisa dijadikan pegangan. “Sekalinya kamu jatuh ya sudah deh,” begitu kata Mas Vic waktu itu. Siiiiiiing…~     suasana hening sesaat. Wow… Jafar tampak mulai ragu karena cuaca waktu itu juga sepertinya kurang mendukung. Asmi yang tadinya ingin ikut summit pun akhirnya mengurungkan niat karena angin yang berhembus kencang kala itu. Akhirnya setelah berdiskusi dari hati ke hati, keputusan ‘meeting’ kami adalah melihat kondisi cuaca nanti malam. Jika nanti malam angin masih berhembus kencang, maka kami semua tidak akan summit.

Selesai berdiskusi, kami pun mengeluarkan semua peralatan makan dan meletakkannya di luar tenda. Saya dan Asmi segera masuk ke dalam tenda untuk ganti baju dan bersih-bersih wajah sebentar. Sementara itu Mas Vickie sibuk menata peralatan makan kami dan meletakkannya di antara kedua tenda kami, meski kondisinya masih kotor semua karena belum kami bersihkan hehehe. Semakin sore, angin terasa semakin kencang. Saya dan Asmi yang sudah selesai ganti baju dan bersih-bersih pun memutuskan untuk beristirahat. Kami pun masuk ke dalam sleeping bag dan mulai memejamkan mata walau sebenarnya belum ngantuk juga. Tujuan kami sebenarnya adalah beristirahat menyimpan energi, apalagi untuk teman-teman yang rencananya mau summit nanti malam.

Hari semakin gelap. Suara angin kencang di luar tenda semakin menakutkan. Bukan apa-apa, tapi kencangnya suara hembusan angin di luar membuat saya khawatir kalau-kalau tenda kami sampai lepas terbawa angin. Rasanya seperti ada yang menggocang-goncangkan tenda kami. saya membuka mata, melihat atap tenda bergoyang-goyang terkena terpaan angin. Di luar sepertinya sudah gelap. Saya tidak tahu jam berapa waktu itu, yang jelas, sepertinya tak ada satu pun dari rombongan kami yang berniat keluar dan memasak  untuk makan malam. Asmi yang berbaring di samping kiri saya juga tampaknya masih terlelap. Saya pun kembali mencoba memejamkan mata. Kalau suasana seperti ini, pasti teman-teman tidak jadi summit, begitu pikir saya. Benar saja, sekitar dini hari, kala angin tidak sekencang tadi (tapi dinginnya amit-amit), Mas Vickie mengajak hunting foto malam hari. Asmi yang juga sudah mempersiapkan kameranya pun keluar dari tenda. Saya sempat keluar melihat situasi, tapi segera saja saya kembali masuk karena hawa di luar tenda begitu dingin. Toh langit malam itu tidak seindah langit di Gunung Prau (ehemm). Saya memilih untuk kembali masuk ke dalam sleeping bag dan bercakap-cakap dengan Jafar di tenda sebelah dari tenda masing-masing (jadi ingat adegan Meteor Garden yang Sanchai dan Dao Ming Se ngobrol dibatasi tembok wkwkwk). Beberapa saat kemudian, Asmi pun kembali. Sepertinya dia juga sudah tak tahan dengan dinginnya udara di luar tenda. Namun, ia sempat mengambil beberapa gambar bersama Mas Vickie. Sudah jelas, rencana untuk summit ke Mahameru batal. Angin kencang yang tak kunjung berhenti membuat kami sepakat untuk menghabiskan malam di Kalimati. “Safety first,” kata teman-teman saya. 🙂

P1030793 DSCF3555

Hasil jepretan Asmi dan Mas Vic dini hari di Kalimati (ada ‘aurora’ buatan..efek cahaya dari kebakaran~serem juga ya >.<)

P1030786 P1030785

Foto sebelah kiri ada cahaya yang bergerak..bisa jadi itu rombongan pendaki yang meninggal waktu summit ke Mahameru pagi itu… RIP, pal..

To be continued Day 3 Part 1: Pagi hari di Kalimati

Advertisements

3 thoughts on “Unforgettable Unexpected Journey Semeru – Day 2 Part 3 : Summit Mahameru…, will we?

  1. Pingback: Unforgettable Unexpected Journey Semeru – Day 2 Part 2 : Road to Kalimati | Makjoel's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s