Trip to Dieng Plateau and Prau Mountain ~ Final Words

Perjalanan saya ke Dieng ini bisa dibilang trip pertama saya bersama dengan orang-orang yang baru saya kenal. Kalau pada trip-trip sebelumnya saya selalu melakukannya bersama orang-orang yang sudah saya kenal, kali ini saya bertemu dengan teman-teman baru yang pada akhirnya menjadi ‘keluarga’ baru juga bagi saya yang masih newbie di dunia travelling ini. Jujur saja, saya bukan orang yang mudah akrab dengan orang yang baru saja saya kenal, tetapi saya sangat bersyukur karena teman-teman pada trip kali ini adalah orang-orang yang mudah bergaul dan menyenangkan. Meskipun kami baru saling mengenal, tetapi selama menjalani trip kali ini kami pun semakin dekat dan bisa lebih mengenal lagi satu sama lain. Bekerja sama, saling membantu, saling menyemangati, saling ‘mendekatkan diri’, dan saling mengenal lebih dekat. Tidak terasa hubungan yang terjalin melalui trip selama tiga hari dua malam ini ternyata bisa menciptakan sebuah komunitas baru yang solid dan kami pun merasa seperti mendapatkan keluarga baru. Sekalipun terpisah oleh jarak—ada yang berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Tuban—namun kami tetap merasa dekat satu sama lain. Komunikasi yang tetap terjalin dan tidak terbatas pada pembahasan pengalaman kami selama perjalanan di Prau dan Dieng kemarin saja, tetapi lebih jauh lagi, pembicaraan yang sudah semakin akrab pun membuat hubungan para anggota “keluarga Dieng” kami semakin erat. (Thank God komunikasi kami juga masih berlanjut bahkan sampai sekarang 🙂 )

Pendakian pertama. Tidak pernah saya bayangkan sebelumnya saya akan mencoba melakukan pendakian. Kalau dulu saya hanya memandang kagum teman-teman saya yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan pecinta alam, kini saya—secara tidak saya sangka-sangka—bisa merasakan juga bagaimana rasanya menghabiskan waktu di alam bebas, merasakan kedekatan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya dengan alam. Menapaki jalan menanjak selangkah demi selangkah, menyemangati diri untuk terus mendaki sampai ke puncak, bertemu dengan para pendaki lain yang saling membantu dan memberikan dorongan semangat…semua pengalaman ini baru sekali saya rasakan. Jujur saja, rasanya begitu luar biasa menjadi bagian dari sebuah ‘komunitas besar’ yang rindu untuk mendekatkan diri dengan alam, menikmati secara langsung keindahan dan segarnya udara di pegunungan, menatap dengan kagum indahnya langit di puncak Gunung Prau, serta sedikit belajar ‘memisahkan diri sejenak’ dari kehidupan modern yang penuh dengan hingar bingar dan ketergantungan pada teknologi. Pengalaman ini begitu istimewa, tidak terlupakan, bukan semata karena ini adalah pengalaman pendakian pertama saya, tetapi lebih dari itu karena begitu banyak hal luar biasa yang saya alami dan saya rasakan selama perjalanan ini. Sungguh, jika kalian belum pernah melihat secara langsung keindahan alam dari atas gunung, cobalah untuk mengunjungi salah satu puncak gunung dan habiskan satu malam di sana. Lihatlah keindahan langit malam yang penuh bintang, pancaran keindahan tangan Sang Pencipta yang begitu mahir menata gugusan bintang menjadi satu kesatuan bimasakti yang indah. Rasakan dinginnya udara pegunungan dan hangatnya sinar matahari pagi, wujud kasih dan kebesaran Yang Kuasa yang senantiasa memberikan apa yang diperlukan oleh ciptaanNya. Nikmati matahari terbit yang selalu akan mengingatkan kita bahwa satu hari yang baru lagi telah datang; di suatu tempat matahari terbit, di tempat lain matahari terbenam. Waktu terus berputar, kehidupan terus berjalan.

Seperti telah saya sampaikan sebelumnya, perjalanan ke Dieng dan gunung Prau ini sangat istimewa buat saya. Tidak bisa saya ceritakan dengan kata-kata apa yang saya rasakan—dan apa yang saya rasakan juga sudah pasti tidak sama dengan apa yang dirasakan anggota tim yang lain—namun, ada satu hal yang sama: kami semua menikmati perjalanan ini! Proviciat, terima kasih banyak, dan salut untuk Team Leader kami, Mas Vickie, yang sudah menyusun itinerary yang sangat rapi dan mewujudkannya dalam sebuah perjalanan yang luar biasa bersama dengan rekan-rekan tim yang luar biasa pula! Terima kasih saya juga untuk Dik Jafar yang sudah banyak membantu saya mulai dari naik-turun gunung sampai selama festival Dieng. Terima kasih banyak sudah membantu menjaga kakakmu yang gampang kesasar ini ya hehehe. Special thanks juga buat Asmi, yang sudah menyemangati saya selama pendakian dan menjadi advisor saya sebagai sesama pendaki pemula. Terima kasih buat Mas Herman yang juga dengan sabar menunggu dan membantu saya turun gunung. Terima kasih untuk Kak Ade dan Teh Citra yang sudah meramaikan perjalanan ini dengan celoteh-celoteh serunya..salut saya juga buat kedua kakak ini karena berhasil menyembunyikan usia sebenarnya sampai sekarang hehehe. Proviciat buat Eri—sesama newbie pendaki—semoga next time kita bisa sama-sama naik gunung lagi ya! Terima kasih untuk Kang Indra&Mang Mengku—duo pengusaha kocak yang meramaikan perjalanan ini, Mas Bambang—atas ‘komentar’nya yang luar biasa setelah malam sharing, Akbar&Silma—adik-adik traveller muda yang menginspirasi saya dan membuat saya berpikir kenapa baru sekarang saya mulai travelling ya hehehe, serta tak lupa Ibnu—atas kekonyolan yang tersembunyi di balik sikap ‘cool’ nya (akhirnya ada juga yang termakan jebakan uang sepuluh ribuannya Ibnu hehehe).

Semua perjalanan selalu diawali dengan sebuah langkah pertama. Pepatah Cina kuno mengatakan “Perjalanan seribu li dimulai dari satu langkah”. Selalu ada awal untuk semuanya, begitu juga selalu ada akhir untuk semuanya. Setiap perjalan selalu punya akhir. Sejatinya, apakah makna dari sebuah perjalanan itu? Bukan hanya bagaimana kita mengawalinya maupun bagaimana akhir dari perjalanan itu, tetapi yang paling penting justru bagaimana kita menjalaninya. Selama proses perjalanan itulah akan banyak hal terjadi. Pengalaman baru, teman-teman baru, emosi yang baru, dan banyak hal lain akan terjadi. Selama proses itu pula kita bisa berlatih untuk menghadapi situasi. Kita bisa saja diuji juga selama perjalanan itu, bagaimana kita bertindak, bagaimana kita mengatasi masalah. Satu hal yang pasti, setiap perjalanan memiliki maknanya masing-masing. Selamat berpetualang dan melakukan perjalanan. Percayalah apapun itu, setiap perjalanan akan memberikan pengalaman berharga yang tidak terlupakan, dan yang terpenting, jadikanlah setiap petualangan sebagai pengingat akan kebesaraan tangan Yang Mahakuasa dalam mencipta dan mengatur semua yang ada di alam semesta ini.

Sampai jumpa di petualangan berikutnya. Salam traveller! 🙂

IMG-20140906-WA0015 IMG-20140904-WA0008 IMG-20140901-WA0017 P1010664

Dieng Culture Festival 2014 with new traveller family (28~31 August 2014) : See you again, Pals!

Advertisements

5 thoughts on “Trip to Dieng Plateau and Prau Mountain ~ Final Words

  1. ceritanya seru banget, runtut sekali, bagus untuk referensi rekan-rekan yang ada planning mau kesana, gaya bahasa juga mudah dipahami, keren lah, dan tema travellingnya menarik, di tunggu ya cerita-cerita trip selanjutnya…. semangat bu Yulia!!

  2. whaa..yulia jago nulis, seneng deh bacanya
    ga ada kata terlambat buat memulai perjalanan
    btw mampir ya ke blogku, *hahah promo

  3. halan halan di dieng biar lengkap pulang mampir ke arung jeram yuks
    perkenalkan saya nanda dri cv.arung jeram serayu ,kami menawarkan wisata arung jeram yang cocok untuk family, teman teman bahkan anak anak. yuks yang minat chat me

    phone: 089670536493 (nanda)
    pin: 56c4206e
    side: http://www.arungjeramserayu.com
    terimakasih salam ngetrippp sist ditunggu kunjungannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s