Trip to Singapore-Malaysia (Day 4 ~Universal Studio Part 1)

Selamat pagi! Setelah puas beristirahat, hari ini kami berencana untuk mengunjungi salah satu tempat wisata paling direkomendasikan di Singapura. Ya, apa lagi kalau bukan Universal Studio di Pulau Sentosa! Rencananya kami akan berangkat bersama Vina dan Ricko. Pagi itu jam enam pagi saya sudah terbangun. Di Singapura ini langit baru mulai terang pukul tujuh pagi. Jadi waktu saya bangun, langit masih gelap. Saya memutuskan untuk mandi dan mencuci pakaian kotor yang sudah menumpuk di tas saya. Sementara Vickie masih tertidur pulas, saya pun membawa pakaian kotor saya ke lantai atas hostel dan mencucinya dengan fasilitas mesin cuci dan mesin pengering di situ. Saya sempat meninggalkan pakaian saya untuk dikeringkan karena lumayan lama sih, sekitar empat puluh menit. Waktu itu saya manfaatkan untuk memakai softlens dan make up sederhana J. Sekitar pukul tujuh, Vina mengirimkan pesan kepada saya. Katanya dia sedang sarapan di Chinatown dekat dengan hostel tempat saya menginap. Saya pun membangunkan Vickie dan memberitahunya bahwa saat itu sudah pukul tujuh. Rencananya kami akan berangkat pukul sembilan pagi dari stasiun MRT Chinatown. Selagi Vickie bersiap-siap dan mandi, saya mengambil pakaian yang sudah selesai dikeringkan lalu melipatnya dan mengepaknya ke dalam tas saya.

Kami sempat sarapan roti dengan selai di hostel. Kebetulan di sini disediakan roti tawar dan sereal untuk sarapan. Pilihan rasa selainya pun ada beberapa macam seperti selai kacang, strawbery, blackberry, nanas, bahkan coconut. Saya tadinya tidak berniat makan di hostel karena Vina mengajak kami sarapan bersama, tapi Vickie membujuk untuk sarapan dulu sedikit. Akhirnya saya makan roti tawar dengan olesan selai kacang dan coconut, sementara Vickie sepertinya sempat sarapan dengan sereal. Saat sarapan, kami sempat ngobrol sebentar dengan salah satu penghuni hostel juga. Namanya Evelyn dari Filipina. Ia datang bersama dua orang temannya untuk liburan. Ia sudah tiba di Singapura sebelum kami. Setelah selesai sarapan dan sempat bertukar ID Facebook dengan Evelyn, kami pun berangkat menemui Vina dan Ricko yang ternyata sedang sarapan di restoran dekat pintu masuk Beary Nice Hostel. Kami berempat juga baru menyadari bahwa hotel kami berdekatan! Jadi ternyata, pintu belakang dari Santa Grand Hotel, tempat Vina dan Ricko menginap, terletak tidak jauh dari hostel kami!

Ketika kami tiba, Vina dan Ricko ternyata sudah selesai sarapan. Kami pun duduk berempat dalam satu meja. Saya dan Vickie memesan beberapa menu untuk sarapan di restoran Chinese food ini. Saya memesan spring roll dan bubur ayam dengan pork ribs, sementara Vickie memesan hakau. Rata-rata harga makanan yang kami pesan adalah SGD 3 per porsinya. Bubur ayam yang saya pesan ini enak lho..menurut saya rasanya pas, tidak kurang bumbu seperti makan malam kami kemarin. Spring roll yang saya pesan bentuknya seperti lumpia dengan balutan nori, tapi isinya juga bukan rebung melainkan daging udang dan ayam serta ada campuran tepung dan bawang. Rasa spring roll ini menurut saya oke juga kok. Yang rasanya agak aneh menurut saya hakau yang dipesan Vickie tadi. Entah rasa hakau di Indonesia yang sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia atau memang hakau di restoran ini saja yang rasanya agak unik ya hehehe…waktu menyantap hakau ini rasanya ada aroma rempah yang tidak biasa..entah jahe atau apa ya, pokoknya rasanya jadi agak aneh. Sebenarnya bentuk hakau ini lucu lho, kulitnya yang transparan dan kenyal mengingatkan kami pada ubur-ubur hahaha.

Oh iya, ketika memesan makanan ini sempat ada kejadian yang lucu juga. Waktu itu kami memesan tiga menu, tetapi yang dihidangkan baru dua menu yaitu bubur ayam dan hakau. Nah, kami bermaksud menanyakan spring roll yang belum dihidangkan. Ketika kami menanyakan kepada pelayan restoran itu (yang seorang cicik-cicik), sepertinya pelayan restoran ini tidak paham dengan maksud kami. Kami yang hanya bisa berbahasa Inggris (kalau bahasa Mandarin tahunya cepek gopek saja hehehe) bingung juga bagaimana menjelaskannya. Bahkan si pelayan malah sempat salah tangkap, dikira kami mau memesan spring roll lagi. Nah lho! Hahaha…untunglah kesalahpahaman itu segera berakhir ketika pelayan lain yang memahami maksud kami meluruskan masalah J. Vickie pun menyindir saya dan Vina yang sebenarnya masih ada darah keturunan Tionghoa karena kami tidak bisa berbahasa Mandarin…hehehe.

Setelah puas sarapan, kami berempat pun berjalan menuju stasiun MRT Chinatown. Dari situ kami naik MRT menuju Harbourfront. Setibanya di Harbourfront, kami pun menuju ke Vivocity mall untuk naik monorail ke Sentosa Island. Setibanya kami di tempat pemberhentian monorail, ternyata sudah banyak orang yang menunggu. Kami pun harus membayar SGD 4 per orang untuk bisa naik monorail tersebut menuju Sentosa Island (bisa pakai EZ link card juga kok). Memang agak mahal ya, tapi ternyata pembayaran SGD 4 tadi bisa digunakan untuk naik monorail ke stasiun monorail lain di Sentosa Island sampai kembali ke Vivo City Mall lagi :). Salah satu yang saya sukai dari Singapura (lagi) adalah antrean yang cukup tertib. Tidak seperti di Indonesia dimana orang saling dorong dan berdesakan, setidaknya di Singapura ini orang bisa lebih saling menghormati sesama pengantre. Setelah monorail tiba, kami pun dibawa menuju ke Sentosa Island. Sesuai rencana, kami berhenti di Waterfront Station,dimana USS berada.

P1000889 brosur atraksi USS P1000912

Brosur dan tiket USS

USS (Universal Studio Singapore)

Waktu baru menunjukkan sekitar pukul sepuluh, tapi antrean tiket sudah lumayan panjang. Kami pun ikut masuk dalam antrean setelah sebelumnya berfoto dulu dengan latar belakang bola dunia bertuliskan Universal Studio. Mengenai tiket masuk USS ini, seperti saya sebutkan sebelumnya, kami membelinya dari Indonesia. Puji Tuhan kami bisa dapat tiket dengan harga lumayan murah, yaitu SGD 68 per orang untuk tiket masuk plus voucher makan SGD 5 dan voucher souvenir SGD 8 untuk pembelian souvenir sebesar SGD 50. Setelah menunjukkan tiket itu kepada petugas, kami pun memasuki area Universal Studio. Ada banyak pilihan atraksi yang bisa dikunjungi di sini, tetapi sebelumnya kami terlebih dulu membeli jas hujan seharga SGD 4 untuk persiapan jika nanti kami masuk ke atraksi yang memungkinkan kami basah kuyup.

IMG-20140717-WA0012 P1000896

                                                        Foto-foto di depan Bola Dunia, iconnya USS

Dari banyak atraksi yang ada, yang paling populer adalah Transformer. Kami pun mencari lokasi gedung Transformer itu dengan berbekal peta USS yang kami ambil di pintu masuk USS tadi. Sambil berjalan menuju ke sana, kami sempat mengambil beberapa foto sambil melihat-lihat toko dan bangunan yang ada di sepanjang jalan. Setelah menemukan gedung atraksi Transformer, kami pun ikut mengantre untuk menyaksikan atraksi yang sepertinya memang paling digemari di Universal Studio ini. Antrean untuk bisa menyaksikan atraksi ini cukup panjang. Padahal hari itu bisa dibilang bukan hari libur atau peak season. Bisa dibayangkan sendiri seperti apa antreannya pada waktu weekend atau peak seasonJ. Kami harus mengantre selama sekitar lima belas menit sebelum bisa menyaksikan atraksinya. Yang unik, lokasi antrean atraksi Transformer ini dibuat menarik dengan kondisi ruangan seperti markas militer, lengkap dengan replika senjata, layar komunikasi dan desain lorong seperti di markas militer NEST. Sepanjang antrean itu diputarkan juga video yang menampilkan kondisi seolah kami sedang berada dalam situasi gawat militer. Sempat juga muncul gambar Optimus Prime yang menyemangati kami, yang dirancang seolah-olah menjadi sukarelawan untuk ikut melawan musuh, Decepticons.

Setelah mengantre cukup panjang, akhirnya kami pun berkesempatan menyaksikan atraksi Transformer. Kami sangat beruntung bisa duduk di barisan bangku paling depan dari kereta yang akan membawa kami mengikuti petualangan Transformer ini! Kebetulan juga, satu baris bangku di kereta ini berkapasitas empat orang. Setelah duduk dengan aman, kami pun mengenakan kacamata 3D yang bisa diambil di salah satu titik lokasi antrean tadi. Selanjutnya, kami pun bersiap menikmati serunya petualangan di dunia Transformer!

Serunya petualangan di atraksi Transformer ini tentunya tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Untuk bisa merasakannya sendiri, saya sangat merekomendasikan untuk mencoba sendiri atraksi ini! Memang kalau dinilai secara obyektif ya atraksinya ‘hanya’ tampilan 3D sih, tapi alur cerita yang dikemas dan gambar 3Dyang ditampilkan benar-benar seru dan sama sekali tidak membosankan! Walaupun sudah tahu apa yang kami lihat hanya tampilan gambar 3D, tetap saja saya kadang merasa apa yang kami lihat itu seolah nyata (saya juga sempat menghindar saat ada adegan barang terlempar ke arah kami hahaha). Yang jelas, saya menikmati setiap titik petualangan kami di atraksi Transformer itu sekalipun durasinya singkat. Ya, meskipun hanya berlangsung sekitar 15 menit, atraksi ini sangat worthed untuk disaksikan! You have to try it by yourself! 🙂

P1000953 P1000952

Selesai menyaksikan atraksi Transformer, kami sempat berfoto dengan latar belakang figur Optimus Prime dan mobil Camaro yang ada di depan gedung atraksi. Kemudian kami pun berjalan menuju lokasi atraksi yang mau kami saksikan selanjutnya: Ancient Egypt.

Masih dengan berbekal peta USS, kami pun sampai di lokasi Ancient Egypt. Satu hal yang sangat menarik dari kompleks USS ini adalah totalitas desain di setiap tema atraksi. Di lokasi Ancient Egypt ini terdapat replika patung-patung seperti di Mesir. Bangunannya pun dibuat dengan warna pasir, menyerupai bangunan di Mesir kuno. Sebelum mengikuti atraksi Ancient Egypt ini, kami diharuskan menitipkan barang-barang kami (tas, kamera) di loker yang telah disediakan. Tidak perlu khawatir, penitipan barang ini aman dan gratis! Hanya saja, jika kita tidak kembali setelah satu jam, maka barulah kita akan dikenakan charge untuk penitipan barang kita. Untuk membuka loker penyimpanan ini pun menggunakan sidik jari, jadi pada awal kita menyimpan barang, data sidik jari kita akan disimpan. Demikian juga pada waktu kita akan mengambil barang nanti, untuk membuka loker kita harus menempelkan jari kita yang tadi sudah diinputkan datanya. Karena barang bawaan kami tidak terlalu banyak, kami berempat cukup menggunakan satu loker.

Begitu selesai urusan menitipkan barang, kami pun berjalan menuju antrean atraksi Ancient Egypt. Meskipun sama-sama mengantre, ternyata antrean di atraksi ini tidak sepanjang antrean di Transformer tadi. Sekali lagi, di sepanjang antrean suasananya pun dibuat mirip dengan lokasi bangunan ala Mesir Kuno. Nah, setelah tiba gilirannya, kami berempat pun menaiki ‘roller coaster’ yang akan membawa kami menelusuri petualangan ala Mesir Kuno! Oh iya, bagi kalian yang memiliki gangguan jantung atau ketakutan naik roller coaster sebaiknya mengurungkan niat untuk ikut atraksi ini (ini sekedar nasihat lho hehehe). Tidak seperti atraksi Transformer yang menonjolkan gambar 3D nya, di Ancient Egypt ini yang ditonjolkan adalah pergerakan roller coasternya yang seringkali tidak terduga! Benar-benar sport jantung dan memacu adrenalin deh atraksi ini! Hahaha… Kami berempat berteriak histeris ketika roller coaster mulai bergerak dengan agak ekstrim…

P1000957 P1010021

Setelah cukup bisa berjalan dengan tenang, kami pun menuju ke loker penitipan barang tadi.Setelah menempelkan jari di layar scanning, pintu loker pun terbuka dan kami mengeluarkan semua barang bawaan kami dari loker tersebut. Sekali lagi, tidak ada biaya untuk penitipan barang di loker Ancient Egypt ini selama kita langsung mengambil barang kita seusai atraksi 🙂 Selanjutnya kami berfoto-foto dengan latar belakang desain patung dan bangunan ala Ancient Egypt.

Dari Ancient Egypt, kami sebenarnya bermaksud untuk naik mobil petualang di atraksi Treasure Hunter, tetapi melihat antrean yang begitu panjang, kami pun memutuskan untuk menuju atraksi lain lebih dahulu.

Setelah melihat-lihat, kami memutuskan untuk masuk ke area The Lost World dan mengikuti atraksi Jurassic ParkRapids Adventure. Nah, di sini kami pun bersiap-siap mengenakan jas hujan yang telah kami beli sebelumnya. Di area ini, kami naik ke ‘boat’ berbentuk lingkaran dengan kapasitas sekitar sembilan orang. Boat ini selanjutnya akan membawa kami melintasi ‘sungai’ dengan suasana Jurassic Park di sekelilingnya. Di sisi kanan dan kiri sungai banyak replika dinosaurus yang bisa bergerak. Sesekali kami mendapat kejutan berupa semprotan air, baik dari replika tumbuhan maupun replika dinosaurus yang ada. Yang jelas, semprotan air ini kami tidak tahu darimana asalnya dan kapan munculnya. Benar-benar kejutan! Ini juga nih yang membuat pengunjung mempersiapkan jas hujan lebih dulu. Kami juga sempat jadi ‘korban’ semprotan air yang mendadak itu. Tapi mungkin ya justru di situ sisi fun atraksi ini ya hehehe.

Seusai atraksi Jurassic Park tadi, kami pun melepaskan jas hujan yang telah melindungi diri kami dari semprotan air, sekalipun saya dan Vina masih juga basah karena terkena semprotan air di kepala. Kami pun membuang jas hujan seharga SGD 4 itu (kalau dikurskan ke rupiah sekitar IDR 40000 sebetulnya sayang juga ya hehehe) Saya dan teman-teman saya juga sempat bercanda, kalau bisa membawa jas hujan plastik dari Indonesia, kami bisa membeli jas hujan seharga IDR 5000 saja! Hahaha….

Dari area Jurassic Park, kami sebenarnya ingin lanjut ke atraksi Water World, tetapi karena atraksi ini ditampilkan hanya pada jam-jam tertentu dan waktu itu kami sudah terlambat, kami pun tidak diperbolehkan masuk. Akhirnya kami mencari atraksi lain dan memutuskan untuk naik ‘kereta gantung’ tanpa sangkar, masih di area The Lost World juga. Untuk bisa menikmati permainan ini, kami harus mengantre cukup lama..kira-kira setengah jam lah. Padahal kami hanya naik permainan ini selama sekitar lima menit hahaha..sepertinya di USS ini memang sebagian besar waktu kita akan habis untuk mengantre. Meski demikian, permainan tadi cukup seru kok, tidak kalah seru dibandingkan roller coaster di Ancient Egypt. Saya sendiri merasa sport jantung juga ketika kereta gantung ini (lebih tepatnya mungkin saya sebut ‘kursi gantung’ saja ya, karena tidak ada sangkarnya sih..benar-benar hanya kursi yang diikat ke jalur seperti kereta gantung) melaju dengan ketinggian yang lumayan dari atas tanah. Ketika kecepatan kursi gantung ini bertambah saya sempat berteriak juga haha..maklum, refleks cewek :). Belakangan, saya baru tahu dari salah satu teman saya bahwa dulu permainan itu pernah direparasi karena sempat terjadi kecelakaan dimana kursi gantung itu putus dari pengikatnya! Oh my God…untunglah kemarin waktu kami menjajal permainan itu semuanya aman dan lancar 🙂

Siang hari semakin mendekati puncaknya. Sebelum makan siang, kami mampir dulu ke negeri Far Far Away dimana Shrek dan Putri Fiona akan menghibur kami lewat film 3D-nya. Vickie sempat bertanya kenapa areanya dinamakan negeri Far Far Away padahal lokasinya ‘kan tidak jauh juga dari atraksi yang lain. Saya hanya tersenyum dan menjelaskan bahwa nama negeri itu memang disesuaikan dengan nama negeri yang ada di film Shrek. Ya maklum lah, film kartun seperti Shrek mungkin memang kurang menarik untuk penonton cowok ya, jadi banyak yang tidak tahu latar belakang cerita Shrek ini hehehe. Untuk menikmati atraksi ini, sekali lagi, kami harus mengantre.

Beberapa saat kemudian, kami yang semula mengantre di depan pintu masuk dan sudah sempat mengambil kacamata 3D pun dipersilakan masuk. Ternyata kami tidak langsung masuk ke gedung bioskopnya. Kami masuk ke area di luar gedung bioskop. Di situ, kami disambut dengan prolog kisah 3D yang akan kami saksikan oleh seorang petugas yang bertindak sebagai narator. Di langit-langit gedung itu tampak tergantung empat benda: tiga buah kotak dan sebuah kantong yang sepertinya masing-masing berisi sesuatu. Kotak itu tertutup dan terikat. Sebelumnya kami tidak tahu apa isi kotak itu sampai akhirnya prolog kisah Shrek 3D pun dimulai. Lampu menyala menyorot keempat benda yang tergantung di langit-langit itu. Sang narator mengajak kami untuk membangunkan salah satu tokoh yang ternyata ada di kantong yang tergantung tadi: Pinokio!

“Wake up, Pinokio, wake up!” teriak kami, para pengunjung, yang dipandu oleh sang narator. Ketika kami pertama kali memanggil, Pinokio masih belum terbangun. Kami pun diminta untuk lebih keras berteriak:

“Wake up, Pinokio, wake up!”

Akhirnya sang boneka kayu pun tampak mulai bergerak. Ia pun mulai bercakap-cakap tentang bagaimana ia tertangkap. Selain Pinokio, ternyata three little pigs juga ada di situ! Rupanya merekalah isi dari ketiga kotak yang tergantung bersama Pinokio. Di tengah percakapan Pinokio dan three little pigs, muncul lagi satu tokoh yang ikut nimbrung dan akan menceritakan lebih jelas awal cerita Shrek dan Putri Fiona: Magic Mirror. Si cermin ajaib ini menceritakan kisah awal pertemuan Shrek dan Putri Fiona yang tampil di layar LCD di bagian atas sampai tiba-tiba muncul lagi satu tokoh mungil yang tengah terbaring tak berdaya di atas meja: Gingerbread. Ketika Gingerbread meronta-ronta, muncul sang tokoh antagonis cerita ini: Lord Farquaad! Lho, bukannya dia sudah mati dimakan naga di film Shrek sebelumnya? Yup, benar sekali, karena itu yang ada di sini adalah hantunya! Hantu sang bangsawan ini ternyata masih menyimpan dendam terhadap Shrek yang telah merebut Fiona yang seharusnya menikah dengannya. Ia pun bertekad untuk merebut kembali Fiona dari Shrek. Nah, setelah prolog ini selesai (yang diakhiri dengan ancaman Lord Farquaad kepada kami para pengunjung), pintu masuk gedung bioskop pun terbuka! Spontan saja para pengunjung berebut untuk masuk. Saya dan Vickie pun harus duduk terpisah dari Vina dan Ricko karena di sini pengunjung memang berebut tempat duduk untuk bisa menyaksikan film 3D Shrek ini. Nah, mengenai bagaimana kelanjutan kisah Shrek dan Fiona, serta apakah Lord Farquaad berhasil mencapai tujuannya…silakan datang dan saksikan sendiri di USS ya 🙂

Film Shrek 3D ini berlangsung lumayan lama, mungkin sekitar 15—20 menitan ya. Sepanjang film, sesekali penonton juga dibuat merasakan sedikit adegan yang terjadi, misalnya kami sempat disemprot sedikit air ketika ada adegan si donkey bersin, atau kaki kami sempat digelitik dengan sesuatu ketika ada adegan di kuburan J. Yang jelas menurut saya, atraksi Shrek 3D ini cukup menghibur dan bisa jadi alternatif hiburan santai setelah atraksi yang seru dan memacu adrenalin seperti Ancient Egypt dan kursi gantung di Jurassic Park tadi.

Dari negeri Far Far Away, kami pun bersiap untuk mengisi energi kami untuk atraksi-atraksi selanjutnya. Tadinya kami berencana untuk makan di kafetaria di area Far Far Away ini, tetapi ternyata kafetaria di sini tutup. Kami pun bertolak ke area The Lost World:Jurassic Park. Di foodcourt ini, kami pun harus mengantre untuk bisa memesan makanan. Di foodcourt ini ada beberapa counter makanan. Nah, berhubung antrean di stand makanan yang lain sangat panjang, si petugas penjaga antrean pun mempersilakan yang ingin memesan makanan di counter mie untuk maju lebih dulu. Kami pun memilih untuk maju duluan daripada kelamaan juga mengantrenya. Di counteraneka mie ini ada beberapa pilihan menu mie, antaralain mie vegetable, mie Laksa, dan mie wonton. Saya memesan mie wonton, sementara Vickie dan Vina memesan mie Laksa, sedangkan Ricko memesan mie vegetable. Harga paket makanan ini adalah SGD 11.5, sudah termasuk tambahan dessert berupa puding kedelai (rasanya seperti susu kedelai) dan tambahan lauk. Tambahan lauk ini ternyata berbeda-beda. Saya, Vickie, dan Ricko mendapat tambahan lauk ca tauge, sedangkan Vina mendapat lauk olahan tahu (mungkin semacam sambal goreng bumbu ya hehe). Oh iya, Vickie juga memesan tambahan 3 pcs chicken wings seharga SGD 6.2—yang ternyata ukurannya tidak seperti bayangan kami hahaha. Vickie sampai berkomentar, “Kalau ‘wings’ nya saja sebesar ini, ayamnya sebesar apa?” hehehe… saya jadi ingat..sebelumnya kami juga sempat melihat ada stand makanan yang menjual paha kalkun seharga SGD 15! Hmmm….ingin sih sebetulnya mencoba, tapi kok harganya segitu ya..hehehe

P1000989 P1000998

Untuk makan siang kami ini, kami menggunakan voucher makan yang kami dapatkan ketika membeli tiket USS. Lumayan lho, dapat potongan SGD 5 per orang. Artinya, dari harga SGD 11.5 untuk mie yang kami pesan, kami akhirnya hanya membayar SGD 6.5 :). Menu mie ini porsinya juga cukup besar lho, saya juga kekenyangan menghabiskan mie wonton dan ca taoge ditambah puding kedelai ini. Namun menurut saya, makanan di sini agak kurang bumbu ya (keluhan yang sama seperti waktu kami makan di Albert Center, Bugis haha).

nota makan siang   P1000988

                                                     Makan siang ala USS 🙂

Setelah mengisi energi, kami pun beranjak menuju Water World yang atraksinya akan dimulai sebentar lagi. Kami tiba di lokasi Water World setelah Vina dan Ricko tiba lebih dulu di sana (saya dan Vickie sempat foto-foto dulu di dekat foodcourt tadi hehehe). Saya pun mengambil posisi mengantre di belakang Vina dan Ricko. Para pengunjung lain yang mulai berdatangan pun mulai mengambil posisi antrean di belakang kami. Setelah antrean mulai panjang, Vina sempat menyeletuk “Sebenarnya ini ngantre atau nggak sih? Kok orang-orang langsung ngantre di belakang kita ya?”. Baru beberapa saat celetukan Vina itu terlontar, seorang petugas di atraksi itu tiba-tiba bertanya (dalam bahasa Inggris, kurang lebih terjemahannya begini), “Maaf, apakan Anda mengantre untuk pertunjukan Water World? Karena untuk atraksi ini tidak ada antrean, silakan semuanya berdiri di belakang garis batas,”

Sontak kami berempat pun tertawa. Ternyata orang-orang ini juga sama-sama tidak tahu dan langsung saja mengikuti kami membuat barisan antrean hahaha. Akhirnya setelah diberi pengumuman tadi, para pengunjung pun segera maju ke depan dan membentuk barisan menyamping (bukan barisan antrean seperti tadi 🙂 ). Kami harus menunggu sebelum akhirnya pita pembatas pun dibuka. Setelah pita dibuka pun pengunjung tidak bisa langsung menerobos masuk. Kami harus berjalan beriringan di belakang seorang pemandu. Nah, setelah mendekati arena barulah kami mulai memilih-milih tempat duduk. Tempat duduk di arena ini bentuknya seperti tempat duduk di stadion, jadi bertingkat dari bawah ke atas. Nah, di msing-masing deret tempat duduk terdapat keterangan seperti Soak, Splash, dan Dry.

Ternyata memang selalu ada makna di balik setiap kata. Keterangan-keterangan yang kami lihat tadi ternyata menunjukkan zona seberapa parah kami akan terkena air! Zona paling bawah ditandai dengan warna biru dan tulisan Soak adalah zona yang mungkin terkena air paling banyak. Sementara zona dimana kami duduk, zona hijau dengan keterangan Splash masih mungkin terkena air meski tidak sebanyak di zona Soak. Nah, yang pasti kering ini nih zona yang paling atas yang berwarna coklat, Dry Zone. Setelah tempat duduk mulai penuh terisi penonton, beberapa orang pemain muncul di hadapan penonton. Oh iya, sampai ada juga yang niat duduk di zona Soak dengan mengenakan jas hujan lho! Hahaha…

Para pemain ini sempat menghibur penonton dengan menyiramkan air kepada penonton di zona biru dan hijau. Bahkan sempat juga beberapa pemain berkeliling ke sekitar bangku penonton dan secara tiba-tiba ‘menembakkan’ air kepada penonton lalu mereka kabur! Hahaha…ada-ada saja yang dilakukan kakak-kakak ini 🙂 Atraksi ini sekaligus menjalin keakraban dengan penonton, mungkin juga sambil mengisi waktu untuk persiapan atraksi utama yang akan dilakukan.

P1010010 P1010006

                                                        The Lost World ~ Water World

Setelah ‘prolog’ sekitar lima belas menit yang cukup membuat penonton deg-degan (karena takut kena semprotan air tiba-tiba), atraksi yang sebenarnya pun dimulai. Dengan tata ruang yang dibuat mirip dengan setting film Water World, muncul para pemain yang melakukan akting dan atraksi mendebarkan. Ada adegan saling serang, ‘ledakan’ yang memunculkan api, dan paling banyak sih adegan kecemplung di air! Atraksi ini mengingatkan saya pada atraksi yang ada di Taman Safari Prigen. Cukup seru dan mengagumkan apa yang ditampilkan di atraksi Water World ini. Saya sendiri cukup kagum dengan para pemain yang benar-benar totalitas memainkan perannya, padahal mungkin kalau dipikir ya mereka kan hanya beratraksi di taman hiburan ya, tapi aktingnya benar-benar totalitas! Semua adegan sangat menghibur dan banyak adegan yang mendebarkan juga lho. Yang jelas, risiko para pemain di atraksi ini juga saya yakin cukup besar karena adegan-adegannya juga bukan sekedar adegan saling serang biasa. Saya yakin butuh latihan dan persiapan yang sangat matang sampai mereka bisa menampilkan atraksi semeriah ini. Para penonton pun memberikan applause meriah pada akhir atraksi sebagai apresiasi atas atraksi yang sangat menarik tadi.

Dari atraksi Water World, kami langsung lanjut menuju atraksi berikutnya yaitu Light! Camera! Action! Di sini katanya kami akan melihat cara pembuatan efek-efek pada film Hollywood ala Steven Spielberg. Memasuki antrean atraksi ini, kami melewati lorong dengan poster film-film karya Steven Spielberg mulai dari zaman dahulu kala sampai dengan yang terbaru. Ketika masuk pertama kali ke ruang atraksi ini, kami disuguhi video Steven Spielberg yang memberi sedikit pengantar sebelum kami menyaksikan sendiri proses pembuatan efek pada film nantinya. Nah, setelah mendengar prolog dari Steven Spielberg tadi, kami pun memasuki ruangan dimana sudah terdapat beberapa piranti yang mungkin akan digunakan pada atraksi nanti. Kebetulan kami mendapatkan posisi baris terdepan. Yang sempat membuat kami was-was adalah area yang ada di bawah kami ternyata air! Kami sempat khawatir akan ada adegan basah-basahan lagi. Vickie juga segera menyelamatkan kameranya dengan menyimpan di tempat yang aman kalau-kalau ada cipratan air atau sejenisnya. Kemudian atraksi pun dimulai. Rupanya saat ini adegan yang muncul adalah adanya badai di kota. Suara hujan dan petir pun mulai terdengar bersamaan dengan bayangan gedung-gedung yang terguyur air hujan yang tampak di hadapan kami. Sebuah televisi kecil menampilkan pembawa berita yang mengabarkan bahwa sedang terjadi badai di kota. Siaran berita pun sempat terganggu sinyalnya. Efek demi efek muncul di hadapan kami. Kami benar-benar seperti menyaksikan proses pembuatan film. Nah…akhirnya yang sempat kami khawatirkan terjadi juga! Tiba-tiba sesuatu terjatuh ke air yang menyebabkan cipratan air mengenai sebagian penonton di baris terdepan! Kami berempat pun termasuk ‘korban’ dari efek dadakan tadi. Untunglah benda-benda elektronik yang kami bawa terselamatkan hahaha…Ketika keluar dari arena atraksi tadi, Ricko sempat berkomentar, “Kesalahan terbesar deh tadi ada di barisan paling depan”

Selanjutnya, mumpung waktu masih sore, kami melanjutkan perjalanan ke area Madagascar. Di sini kami naik boat dengan kapasitas 4 orang (2 orang di depan dan 2 orang di belakang) menyusuri sungai di hutan Madagascar. Vina dan Ricko langsung mengambil posisi duduk di belakang, mungkin masih trauma dengan insiden di Light! Camera! Action! tadi hehehe…. Replika tokoh-tokoh dalam film Madagascar pun menemani kami sepanjang perjalanan. Alex sang singa sekaligus tokoh utama dalam film Madagascar,Gloria si kuda nil yang genit dan Melman si jerapah yang mengaguminya, para penguin—Skipper, Private, Kowalski, dan Rico—yang selalu menyusun rencana-rencana aneh, serta si Raja Julian beserta Maurice dan Mort, pengikut-pengikutnya yang setia—yang selalu terlibat masalah—mengisi perjalanan kami dengan ceria.Atraksi ini bisa dibilang mirip dengan atraksi di Jurassic Park, hanya saja kali ini ada dialog yang diucapkan tokoh-tokoh Madagascar yang kami jumpai sepanjang perjalanan plus hanya ada sedikit cipratan air :). Di titik terakhir perjalanan, kami sempat dibuat shock ketika mengira kami harus menembus air terjun! Ternyataaaa…begitu kami nyaris sampai di bawah air terjun tadi, airnya berhenti!!! Hahaha…benar-benar kejutan yang melegakan! 🙂

Dari Madagascar, kami pun berjalan berkeliling area USS karena sore itu sudah dimulai kegiatan Meet and Greet, dimana para tokoh dari masing-masing area muncul dan bisa berfoto-foto dengan para pengunjung. Para tokoh Sesame Street, Charlie Caplin, dan tokoh-tokoh lain mulai tampak di jalan.Tapi sayang, waktu mau berfoto dengan Cookie Monster dan Oscar (makhluk yang suka keluar dari tong sampah), mereka keburu kembali ke markasnya. Saya sempat sih berfoto bersama si Oscar, itu pun karena Vickie menyuruh saya cepat-cepat berjalan di samping si tong sampah yang mau segera kembali ke posnya :).

Selanjutnya kami menyempatkan diri mampir ke toko souvenir Sesame Street karena Vina ingin membeli sesuatu. Kami juga mampir ke toko khusus yang menjual cokelat dan permen (kami tidak membeli apa-apa sih, hanya lihat-lihat 🙂 ). Oh iya kami juga sempat masuk ke toko souvenir ala Despicable Me dan berfoto dengan patung Minion yang ada di depan toko. Di toko souvenir Despicable Me ini ada boneka minion yang bisa bersuara ketika kita menyentuhnya. Saya sebenarnya tertarik dengan boneka itu, tapi begitu lihat harganya..kalau tidak salah sekitar SGD 160, saya langsung mengurungkan niat membelinya hahaha…jumlah segitu lebih besar daripada uang saku saya selama 5 hari liburan ke Singapura :). Setelah berkeliling toko souvenir, kami pun kembali ke ‘jalan raya’ :). Dalam perjalanan, kami melihat antrean Meet and Greet lagi. Kali ini tokohnya adalah si jahil Ernie! Karena sebelumnya sempat gagal foto bersama tokoh Sesame Street yang keburu masuk untuk show, kami pun tidak melewatkan kesempatan untuk foto kali ini. Kami ikut mengantre dan akhirnya terkabul juga foto bersama tokoh Sesame Street 🙂.

P1010047 P1010043

Dari situ kami sempat masuk ke atraksi Sesame Street. Di atraksi ini kami naik kereta yang akan mengantar kami berkeliling menjelajah dunia luar angkasa ala Sesame Street 🙂. Cukup menghibur dan santai, meski memang atraksi ini tidak dibuat untuk memacu adrenalin kita seperti atraksi yang saya ikuti di awal-awal tadi. Menurut saya, untuk keluarga yang punya anak-anak kecil sih atraksi ini pasti cukup bisa membuat anak-anak bersorak gembira melihat boneka-boneka tokoh Sesama Street berbicara sepanjang perjalanan dengan kereta ini.

To be continued (Day 4 ~ Universal Studio Part 2)

Advertisements

One thought on “Trip to Singapore-Malaysia (Day 4 ~Universal Studio Part 1)

  1. Pingback: Trip to Singapore-Malaysia (Day 3 ~ Explore City Hall, Bugis, and Garden by the Bay) | Makjoel's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s