Trip to Singapore-Malaysia (Day 2 ~KLCC, Petaling Street, Terminal Bersepadu Selatan)

Dari Batu Caves kami berjalan menuju pemberhentian bus untuk naik bus jurusan Chow Kit. Setibanya di stasiun Chow Kit, kami bermaksud naik monorail menuju Bukit Nanas untuk kemudian jalan kaki ke KLCC. Di sini kami men-top up kartu rapid KL kami sebesar MYR 10 (minimum jumlah top up). Sebetulnya sayang juga sih, karena setelah itu ternyata kami tidak menggunakan kartu rapid KL lagi (masih sisa saldonya nih hehehe). Nah, waktu kami menyecan kartu kami, berkali-kali kami coba kok tidak bisa juga. Memang sih sejak naik bus pun, kartu rapid KL ini seperti agak susah terdeteksi (tidak seperti EZ link card yang mudah sekali terdeteksi). Kami pun bertanya kepada petugas di stasiun monorail tersebut. Waktu itu beliau menanyakan sesuatu dengan bahasa Melayu, “…yasldfafhlfj@#$%&*#@…bas?” Apa sih maksudnya?? Setelah berusaha mencerna, saya baru bisa menangkap kalau ternyata beliau bertanya yang intinya, “Apakah tadi kartu ini dipakai untuk naik bus?” Saya pun mengiyakan. Setelah disetting sesuatu, akhirnya kartu kami baru berhasil di-scan untuk membuka pintu menuju ruang tunggu monorail. Aih, ada-ada saja deh kejadian di Kuala Lumpur ini…
P1000643 P1000651 IMG01871-20140713-1827

                                       Uniknya bahasa Melayu bagi orang Indonesia 🙂

Kami pun naik monorail menuju stasiun Bukit Nanas. Dari situ kami berjalan kaki menuju KLCC dan memulai foto session dengan background Petronas Tower dan sekitarnya :). Sayangnya karena sudah terlalu sore, kami tidak sempat masuk ke Petrosains dan juga tidak sempat naik sampai jembatan penghubung antara Petronas Tower. Namun demikian, kami menyempatkan diri masuk ke mall Suria KLCC dan menginjakkan kaki sebentar ke dalam menara Petronas. Setelah itu kami melanjutkan menuju Petaling Street (Chinatown) dengan menggunakan LRT (Light Rail Transit). P1000593 P1000596 P1000632

               Background Petronas Tower dan sekitarnya                   Foto inside Mall Suria KLCC                                                                

Kami berhenti di stasiun Pasar Seni lalu berjalan menuju Petaling Street. Di sini suasananya mirip dengan pasar malam di Pecinan (kalau di Semarang ada Pasar Semawis). Kami membeli minuman sari kedelai seharga MYR 1.2 per gelas. Sembari menikmati sari kedelai nan segar tadi, kami pun berjalan sepanjang Petaling street ini sembari melihat-lihat jajanan dan barang-barang yang dijual di sana. Tadinya kami berencana makan malam di sini, tetapi rencana kami berubah. Di sini kami membeli burger ayam dan telur untuk bekal sarapan kami besok pagi di Singapura. Vickie bertanya kepada seorang penjual tentang arah ke pasar rakyat dan penjual tadi pun memberikan penjelasan dengan bahasa Melayu. Jujur saja saya sih tidak paham apa yang dikatakannya, tapi untunglah Vickie ini bisa mengerti maksud perkataan Tante ini. Kami pun berjalan menuju Pasar Rakyat dan membeli oleh-oleh di situ. Seperti kebanyakan orang, kami pun membeli gantungan kunci sebagai oleh-oleh (murah meriah sih hehe). Vickie juga sempat membeli hiasan magnet dengan gambar tempat wisata di Malaysia.Sayangnya di Pasar Rakyat ini harganya sudah pas, tidak bisa tawar-tawaran lagi, jadi gagal deh mengaplikasikan ilmu tawar-menawar khas ibu-ibu hehehe :). Setelah puas belanja oleh-oleh, kami pun kembali ke Bukit Bintang.

P1000653 P1000656

                                          Suasana Petaling Street malam hari

Akhirnya kami memutuskan untuk makan malam di Alor (lagi). Ternyata suasana malam hari jauh berbeda dengan siang tadi. pada malam hari, sepanjang jalan Alor dipenuhi dengan meja dan kursi untuk para pengunjung restoran. Kami pun memilih sebuah kedai dan memesan makanan di situ (coba-coba saja, toh juga nggak tahu yang mana yang enak hehehe). Kami memesan sayur kaylan yang digoreng garing dengan tambahan sedikit kuah serta daging babi lagi sebagai lauknya. Untuk minumannya…sekali lagi Vickie membelikan air mineral botol satu liter di Circle K seperti yang kami beli tadi pagi :).

Kami tidak bisa berlama-lama di situ karena harus mengejar jadwal keberangkatan bus menuju Singapura. Setelah makan, kami pun bergegas kembali ke hostel. Di sepanjang jalan yang penuh dengan cafe-cafe, tampak orang sudah mulai ramai berdatangan. Maklum lah, malam ini ‘kan bertepatan dengan final World Cup 2014 antara Jerman vs Argentina. Sayang sekali kami terpaksa melewatkan pertandingan itu karena jadwalnya bertepatan dengan jadwal perjalanan bus kami menuju Singapura. Setelah tiba di hotel, kami pun cepat-cepat mandi dan berkemas. Karena waktu itu sudah sekitar pk 22.00, kami memutuskan untuk naik taksi menuju ke Terminal Bersepadu Selatan. Setelah bertanya kepada petugas hostel, kami diberitahu kira-kira ongkos taksi menuju terminal adalah MYR 25. Angka itu pun menjadi patokan ketika Vickie menawar ongkos taksi. Setelah deal dengan ongkos MYR 25 menuju TBS, kami pun berangkat. Sepanjang perjalanan, sopir taksi yang ramah ini mengajak kami ngobrol. Vickie yang antusias menanggapi dengan sok-sok bergaya bahasa Melayu..ada-ada saja haha. Saya memilih untuk diam daripada malah merusak suasana, maklum lah saya tidak pandai berakting seperti Vickie 🙂

Akhirnya kami pun tiba di terminal. Setelah menunjukkan tiket kepada petugas, kami pun masuk ke ruang tunggu dan menanti bus Konsortium yang akan membawa kami ke Singapura. Sekitar pk 24.00 bus pun datang. Kami segera duduk di belakang sopir sesuai tempat duduk yang sudah kami pesan secara online di Indonesia sebelumnya. Saya pun mulai memejamkan mata sementara bus melaju kencang membawa kami kembali ke Negeri Singa :).

P1000687         P1000673 

Ruang tunggu di Terminal Bersepadu Selatan          Suasana di Terminal Bersepadu Selatan

P1000700        tiket bus konsortium 

        Bus Konsortium KL-Singapore                                               Tiket bus Konsortium

To be continued (Day 3~ Beary Nice Hostel, Singapore National Museum, Orchard Road, and Little India)

Advertisements

One thought on “Trip to Singapore-Malaysia (Day 2 ~KLCC, Petaling Street, Terminal Bersepadu Selatan)

  1. Pingback: Trip to Singapore-Malaysia (Day 2 ~ Serenity Hostel, Alor Street, and Batu Caves) | Makjoel's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s