Trip to Singapore-Malaysia (Day 1~Botanic Garden, Holland Village, Chinese Garden)

Botanic Garden

Setelah mengisi perut, kami bersiap untuk perjalanan berikutnya menuju Botanic Garden. Kami pun kembali ke Stasiun MRT Paya Lebar lalu naik MRT menuju Botanic Garden.Ternyata stasiun MRT Botanic Garden ini ada di dalam kompleks tempat wisata Botanic Garden itu sendiri. Karena untuk masuk ke Botanic Garden ini free of charge, kami pun langsung mulai berjalan mengelilingi taman Botanic ternama di Singapura itu sambil melihat-lihat lokasi yang bagus untuk berfoto 🙂 .

Botanic Garden ini sangat luas dan butuh waktu juga untuk bisa mengitari setiap bagian dari taman ini. Sesuai namanya, Botanic Garden ini berisi beraneka ragam spesies tanaman. Mulai dari jenis lumut (saya agak kaget juga melihat bebatuan yang sengaja dijadikan habitat tumbuhnya lumut), bunga, hingga pepohonan. Sayangnya, karena saya bukan termasuk pecinta tumbuhan, saya pun hanya melewati tanaman-tanaman itu sambil lalu. Seandainya saya adalah seorang pecinta tanaman, mungkin saya akan sangat tertarik dengan beraneka tanaman yang ada di sini, apalagi di setiap bagian taman ada papan nama yang menuliskan nama tanaman tersebut.

P1000274 P1000258

Selain sebagai cagar alam tumbuhan, Botanic Garden ini juga banyak dimanfaatkan wisatawan untuk bersantai dan bahkan berolahraga. Beberapa kali kami jumpai orang-orang yang jogging di area taman (mungkin karena area yang luas dan kondisi taman yang sejuk dan asri, banyak orang yang senang jogging di situ). Ada pula sekelompok orang yang bermain sepak bola dan soft ball. Tidak mengherankan, karena di Botanic Garden ini ada area seperti padang rumput yang cukup luas. Kita bisa bersantai tiduran di padang rumput itu sambil menggelar tikar seperti orang-orang camping..duduk santai sambil makan bekal dan menikmati panorama alam di sekitar. Di sini juga terdapat gazebo-gazebo yang dimanfaatkan pengunjung untuk berkumpul bersantai bersama. Bagi masyarakat Singapura yang sepertinya terbiasa hidup dengan kondisi serbacepat, Botanic Garden ini cocok sekali digunakan untuk refreshing di akhir pekan bersama orang-orang terkasih. Suasana yang nyaman dan tenang bisa membantu mendamaikan pikiran yang mungkin suntuk setelah bekerja selama week days. Anyway, di Botanic Garden ini saya dan Vickie hanya berjalan berkeliling sambil sesekali berfoto di spot-spot yang menarik.

Rencana kami sedikit berubah karena semula kami merancang waktu sekitar satu setengah jam untuk explore Botanic Garden, tetapi kenyataannya kami hanya menghabiskan waktu sekitar empat puluh menit saja di sini. Itu juga karena kami tidak masuk ke National Orchird Park nya (kalau masuk ke National Orchird Park, ada tambahan charge tiket masuk). Setelah itu kami kembali ke stasiun MRT untuk melanjutkan perjalanan sesuai rencana ke Holland Village.

Holland Village

Dalam bayangan kami, di Holland Village kami akan menemui area pemukiman yang khas dengan gaya Belanda seperti misalnya adanya kincir angin. Namun ternyata, Holland Village yang kami jumpai adalah sebuah kompleks ruko dan café bergaya Eropa modern. Di sini kami pun hanya berjalan berkeliling dan mengambil beberapa foto. Oh iya, di Holland Village ini ada sebuah café yang tempatnya terbuat dari kontainer lho..tempatnya dekat sekali dengan pintu masuk Holland Village. Setelah berkeliling dan berfoto-foto, kami pun bersiap melanjutkan perjalanan ke Chinese and Japanese Garden menggunakan MRT.

P1000293 P1000288

Chinese Garden

Sekali lagi, ini adalah salah satu tempat wisata gratis di Singapura. Namun jangan kita terapkan slogan ‘ada harga ada rupa’ untuk tempat-tempat wisata di Singapura ini ya. Meskipun gratis, keindahan dan kebersihan di tempat wisata ini sungguh terjaga dengan baik. Menurut saya, Chinese and Japanese Garden ini adalah salah satu tempat wisata yang menarik. Memasuki kompleks Chinese and Japanese Garden kita bisa memilih bagian mana dulu yang ingin dieksplore. Saya dan Vickie memilih untuk lebih dulu mengeksplore Chinese Garden karena saya sangat tertarik dengan Pagoda yang ada di sana.

Berbeda dengan bayangan akan suasana desa Holland yang tidak terpenuhi di Holland Village, di Chinese Garden ini saya benar-benar terpuaskan oleh spot-spot wisata yang ada. Mengawali perjalanan masuk ke Chinese Garden, kami melewati jembatan yang dibuat menyerupai jembatan ala negeri Tiongkok kuno, khas dengan susunan kayu sebagai tempat pijakan dan warna merah menghiasi bagian pegangan jembatan. Jembatan ini dibuat menyeberangi sungai kecil menuju ke Pagoda tujuh tingkat yang menjulang di depan. Untuk mencapai pagoda tersebut, kami harus menaiki beberapa puluh anak tangga (tenang, nggak tinggi-tinggi amat kok). Di dalam Pagoda sendiri ada anak tangga melingkar yang akan membawa pengunjung mencapai puncak Pagoda. Kami sempat pesimis menaiki pagoda itu karena kami masih membawa ransel seberat tujuh kilogram di punggung kami yang sudah kami bawa sejak dari Changi Airport tadi. Akhirnya di tingkat kelima Pagoda, Vickie menyarankan untuk meninggalkan sementara tas ransel kami di sebuah sudut supaya kami bisa naik ke puncak pagoda dengan lebih leluasa. Thank God, setidaknya selama beberapa saat kami bisa menaiki anak tangga yang melingkar itu tanpa beban . Dari puncak Pagoda, kita bisa melihat pemandangan area Chinese Garden dari atas. Tatanan sungai yang dilengkapi jembatan dan replika kapal, kompleks patung tokoh-tokoh Tiongkok kuno, serta taman yang hijau nan asri tampak indah dilihat dari serambi puncak Pagoda ini. Setelah mengambil beberapa foto, kami pun menuruni kembali anak tangga di dalam Pagoda dan berjalan menuju kompleks patung tokoh-tokoh Tiongkok kuno.

Oh iya waktu kami turun dari Pagoda ini, ternyata ada pasangan yang sedang berfoto pre-wedding di sini lho.. Pasangan koko dan cici yang difoto itu berbaring di lantai dasar pagoda, sedangkan fotografernya mengambil gambar dari atas, mungkin supaya kelihatan anak tangga pagoda yang melingkar seperti spiral. Kalau mendengar cara bicaranya sih sepertinya mereka orang Indonesia juga. Hebat amat ya, foto prewed saja sampai dibela-belain ke Singapura hehehe.

P1000348          P1000355     

Foto di jembatan ala Tiongkok            Pagoda Tujuh Tingkat

         20140712_174425

Pak Senior bisa capek juga naik Pagoda 🙂
 
Dari ketujuh patung tokoh Tiongkok kuno yang ada, saya agak kaget melihat sebuah patung bertuliskan “Hua Mu Lan” di bawahnya. Selama ini saya kira kisah Mulan hanyalah dongeng fiksi yang diangkat menjadi film kartun oleh Disney, tetapi ternyata di bagian bawah patung tersebut terdapat penjelasan singkat sejarah tentang Hua Mulan, seorang anak perempuan jendral yang menyamar menjadi pria demi menggantikan ayahnya untuk berperang. Sepertinya kisah Mulan ini juga menjadi legenda di Tiongkok.

P1000402 P1000352
        Foto bersama Mulan        Foto di Peta Chinese and Japanese Garden dekat entrance gate

Setelah berfoto bersama figure-figure Tiongkok klasik tersebut, kami melanjutkan eksplorasi kami ke bagian yang lebih dalam dari Chinese Garden ini. Tidak jauh dari kompleks patung Tiongkok tadi, terdapat sebuah danau dan di atasnya ada sebuah replika kapal ala Tiongkok juga. Ternyata di dekat replika kapal tersebut terdapat dua pagoda lagi, tetapi ukurannya lebih kecil daripada pagoda pertama yang kami masuki tadi.
Menyeberangi danau tadi, terdapat sebuah jalan pendek. Jalan menyeberangi danau ini dilengkapi dengan atap model bangunan Tiongkok, jadi serasa melewati jembatan di istana Tiongkok yang sering kita lihat di film-film Mandarin seperti Putri Huang Zhou :). Nah, setelah melewati jalan tersebut kami pun berjalan menuju museum kura-kura yang ada di dalam kompleks tersebut. Desain gedung museum kura-kura ini dari luar sepertinya meniru desain bangunan rumah ala bangsawan Tiongkok. Di bagian tengah terdapat kolam penuh dengan ikan hias (sepertinya ikan koi) dan di sekeliling kolam itu terdapat ruangan-ruangan, salah satunya adalah museum kura-kura. Namun, kami tidak masuk ke dalam museum kura-kura tersebut dan memilih untuk mengitari kompleks taman yang sangat asri itu.

Dari lokasi museum kura-kura tadi ada sebuah jembatan besar menuju ke sisi lain taman. Rupanya sisi lain dari taman itu banyak digunakan untuk berolah raga. Kami sering sekali berpapasan dengan orang-orang yang jogging. Nah, di taman ini juga kami menemukan keran potable water dan kami pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengisi persediaan air minum kami sebagai bekal ke Malaysia nanti malam (tahu sendiri harga air mineral di Singapore ini lumayan mahal untuk kantong orang Indonesia yang biasa saja seperti kami : )

P1000450      P1000391
Gapura menuju perbatasan taman      Pemandangan Chinese Garden tampak dari atas Pagoda

Setelah puas berkeliling, kami bermaksud mengakhiri wisata kami di Chinese Garden ini karena hari telah sore dan kami harus mengejar waktu agar tidak terlambat naik kereta ke Kuala Lumpur. Kami pun berjalan terus mencari pintu keluar. Semakin jauh kami berjalan, kami tidak juga melihat tulisan pintu keluar maupun petunjuk lokasi stasiun MRT. Vickie mulai curiga dan berkata bahwa kemungkinan Chinese Garden ini one way, artinya masuk dan keluar dari pintu yang sama. Kami coba lagi berkeliling dan bertanya kepada orang yang kami temui di jalan, tetapi sepertinya mereka juga tidak tahu dengan pasti jalur terdekat keluar dari taman tersebut menuju stasiun MRT. Kami memang sempat menemukan sebuah gerbang mirip pintu keluar, tetapi gerbang itu sudah tertutup dan kami tidak bisa melewati gerbang itu. Akhirnya…tiada pilihan lain selain kembali lagi ke pintu masuk tadi. Padahal lokasi kami sekarang sudah cukup jauh dari pintu masuk. Dengan berbekal semangat dan energi first-time traveller (biasanya yang pemula-pemula itu semangatnya lebih tinggi  ), kami pun bergerak cepat kembali menuju pintu masuk. Ternyata sepertinya dari jalur tadi kami bisa juga kembali ke pintu masuk deh..jadi seharusnya tidak perlu balik ke jalur awal tadi hahaha. Kalau tahunya belakangan rasanya jadi menyesal ya..kami pun teringat kata-kata yang pernah diucapkan bosnya Vickie, “Ketidaktahuan itu mahal. Lebih baik kita tidak tahu kenyataannya daripada nanti malah menyesal.” 🙂

Sayang memang kami belum sempat mengunjungi Japanese Garden, tapi ya nggak apa-apa lah. Kami sudah cukup terpuaskan dengan wisata Chinese Garden yang menawan tadi. By the way, setelah kembali ke Indonesia dan saya coba cek peta Chinese&Japanese Garden, sepertinya benar, dari jalur kami yang ‘tersesat’ kemarin di Chinese Garden masih bisa kok menuju ke Japanese Garden lalu kembali ke pintu masuk…ya sudah lah, untuk pengalaman saja…warga lokal juga belum tentu paham rute di negaranya sendiri (saya sendiri mungkin di Indonesia juga begitu hehehe).

Finally, kembali juga kami ke Stasiun MRT. Ternyata perjuangan belum berakhir..hahaha. Saya baru tahu kalau ternyata di stasiun MRT ini kadang-kadang dilakukan random checking. Kebetulan sore itu, saya dan Vickie cukup ‘beruntung’ menjadi sampel random checking tersebut. Kami diminta untuk membuka tas kami untuk diperiksa isinya. Setelah dilihat bahwa tas kami berisi pakaian, kami pun dipersilakan melanjutkan perjalanan . Kami pun melanjutkan perjalanan ke Jurong East untuk makan malam.

To be continued (Day 1~Jurong East and Road to Kuala Lumpur)

Advertisements

2 thoughts on “Trip to Singapore-Malaysia (Day 1~Botanic Garden, Holland Village, Chinese Garden)

  1. Pingback: Trip to Singapore-Malaysia (Day 1~Botanic Garden, Holland Village, Chinese Garden) | Makjoel's Blog

  2. Pingback: Trip to Singapore-Malaysia (Day 1 ~ Changi Airport-Geylang Serai Market) | Makjoel's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s