Mobil Tanpa Cat

Bisakah Mobil Tanpa Cat?
Ramah lingkungan kini menjadi isu hangat di kalangan pemerhati lingkungan, terutama sejak global warming menjadi momok bersama masyarakat internasional. Produsen otomotif pun mulai mengimpikan untuk membuat mobil atau motor tanpa cat.

BAGAIMANA pun, cat ikut andil dalam meningkatkan emisi racun ke udara bebas. Yang dimaksud cat di sini bukan sekadar untuk mobil dan motor saja, tetapi juga cat untuk bangunan kantor, pabrik, dan rumah.

Itu sebabnya, beberapa produsen otomotif mulai melakukan penelitian untuk memproduksi mobil tanpa cat. Salah satu perusahaan yang sudah melakukan penelitian itu adalah General Electric.

General Electric bahkan berani memprediksi kalau otomotif di masa depan mungkin tidak perlu membutuhkan cat sama sekali. Cat memang bisa membuat tampilan mobil terlihat bagus, serta mampu melindungi panel-panel badan logam atau komponen interior lain dari mobil dari kerusakan.

Namun, mengecat eksterior mobil jelas membutuhkan biaya tak sedikit, dan itu harus dibebankan kepada konsumen. Prosesnya juga menghabiskan banyak waktu, karena melalui beberapa tahapan dan pengulangan. Tetapi yang lebih krusial lagi, penggunaan cat jelas menyumbang emisi racun ke udara bebas.
Polimer Pelapis Tim peneliti dari General Electric lalu mencoba menyelidiki polimer-polimer yang dapat mengganti cat sebagai bahan pelapis eksterior mobil. Tetapi, agar dapat menggantikan fungsi cat, polimer tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan penting.

Pertama, memiliki lapisan akhir yang mengkilap atau metalik dengan berbagai pilihan warna. Kedua, tahan terhadap goresan. Ketiga, tahan terhadap bensin, minyak rem, dan cairan otomotif lainnya.

Keempat, tahan terhadap temperatur ekstrem. Jika tidak, polimer pengganti cat itu mudah mengelupas. Kelima, tahan hingga 10-15 tahun umur pemakaian di luar ruangan.

Berdasarkan hasil penelitian, ternyata ada satu sifat yang sulit didapatkan, yaitu tahan terhadap temperatur ekstrem, terutama untuk menahan efek degradasi dari radiasi sinar ultraviolet.

Untung saja, masalah tersebut kini sudah bisa diatasi. General Electric kini berhasil mengembangkan lapisan polimer yang dinamakan SollxTM. Produk ini memiliki ketahanan yang sama sebagai pelapis mobil, dengan sifat-sifat ketahanan seperti cat mobil.
Tetap Mengkilap Dalam uji coba, polimer ini mampu mempertahankan 95 persen kilapnya selama 10 tahun terkena sinar matahari di Florida. Dalam tes lain, SollxTM bahkan performa melebihi cat eksterior.

SollxTM adalah sejenis polimer termoplastik. Contoh termoplastik antara lain poly vinyl chloride (PVC), polikarbonat, akrilik, dan nilon. Material termoplastik menjadi lunak dan dapat dibentuk ketika dipanaskan, karena rantai molekul yang bersambung bergerak dan mengizinkan terjadinya perubahan bentuk pada kumpulan massanya. Bukan hanya itu, rantai molekulnya juga mampu mendinginkan termoplastik, menghentikan laju dari molekul, dan memadatkan material tersebut.

Secara spesifik, SollxTM adalah sejenis termoplastik amorf. Artinya, rantai molekulernya diatur acak, seperti sepiring spagheti. Polimer amorf sangat kuat dan tahan terhadap tumbukan. Berbeda dari polimer kristalin yang memiliki struktur yang sangat teratur.

Setiap kemajuan teknologi pasti membawa manfaat, sekaligus mudharat. Salah satu pihak yang bakal dirugikan, jika produk ini kelak dibuat massal dan dipasarkan ke seluruh negara, adalah produsen cat eksterior. (S Mulyani-32)

Original source: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/05/18/63948/Bisakah.Mobil.Tanpa.Cat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s